Langsung ke konten utama

Cerita kebersamaan kami

Tak banyak kata yang terlontar ketika kami bersama.

Tak perlu banyak cakap untuk mengerti akan kami.
Tak perlu banyak pertanyaan kenapa kita sedang bersama.
Tak perlu banyak bualan yang harus kami keluarkan sama lain.
Tak perlu banyak lontaran buah kata perhatian yang saling kami ucapkan.

 


Radar kami masih cukup kuat bahwa masing-masing dari kami sedang membutuhkan salah satu dari kami.
Kami mempunyai bayangan dan impian yang sama mengenai tempat yang kami butuhkan.
Kami mendambakan suasana yang sama.
Suasana yang damai, alami, nyaman, sunyi yang selaras dengan mimpi kita.
Ketika kami bersama terkadang hanya membutuhkan secangkir kopi untuk menghangatkan kebersamaan kita.
Selain secangkir kopi, kami pun membutuhkan bacaan, entah novel, koran atau majalah.
Dan kami pun menyukai musik.
Untuk memulai pembicaraan. Kami hanya cukup bersandar. Menyandarkan punggung kami masing-masing dengan nyaman. Merentangkan kaki sebebas-bebasnya.
Pandangan mata kami pun jarang bertemu. Salah satu dari kami berbicara mengungkapkan apa yang sedang dirasakan tanpa saling memandang. Pandangan kami mengawang-ngawang keatas, kedepan, kesamping memandang indahnya karunia yang masih terselip dalam kegamangan ini.
Terkadang kami hanya ingin didengarkan. Oleh karena itu, salah satu dari kami pun siap menjadi pendengar yang baik.
Dalam keheningan air mata pun kadang jatuh tak tertahan membasahi pipi.
Air mata ini menetes begitu saja tanpa sadar. Berusaha mengusap secepat mungkin. Sebagai penyangkalan bahwa tidak mungkin ini bisa terjadi.
Mengingat bahwa dalam situasi berbeda dulu pernah bisa tertawa, pernah bisa kuat, dan saling menguatkan.
Sebagai manusia yang terlahir paling sempurna diantara ciptaan-ciptaan-Nya yang lain. Kami pun tetaplah seorang insan yang biasa. Ada kalanya kita mengeluh, rapuh atas keadaan yang menyapa kita, kalah dengan keadaan. Tak selamanya tampil berdiri tegak di tengah beban yang mendera.
Namun, ada kekuatan besar diantara kami yang bisa menguatkan satu sama lain. Walaupun kami mempunyai dunia yang berbeda, namun pada suatu waktu kami menginginkan kebersamaan kami.
Ketika kami bahagia, kami pun tertawa bersama. Tidak perlu kehebohan, hanya cukup dengan pelukan dan genggaman tangan kami yang kuat dan hangat lah yang mewakili. Dan kami akan berjalan menyusuri jalan bersama-sama. Menikmati dan mensyukuri arti kehadiran kami masing-masing.
Jika jalan itu tak selamanya lurus dan mulus seperti jalan tol, maka jalan pun tak selamanya akan dipenuhi dengan batu kerikil, didepan ada tujuan yang akan kita capai.
Kami menyukai kebersamaan kami. Rindu akan diskusi-diskusi hangat yang kami bangun.
Rindu akan berbagi pandangan mengenai hal-hal yang terjadi di sekeliling kita. Kami selalu berbagi dan saling mengisi apa yang tidak atau yang belum kami tahu. Tapi, kami pun menghormati perbedaan pendapat yang kami lontarkan.
Dari semua hal yang telah terjadi, saya mengerti bahwa kita dipertemukan oleh waktu, dan pada akhirnya, waktu jugalah yang memisahkan kita. Tapi, tak perduli kemanapun kita mengayuh, kita tahu dimana dermaga kita kan berlabuh. Kebersamaan kita tidak bicara jarak, tapi bicara hati dan  rasa saling memiliki.

-kami yang merindukan kehangatan-
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/12/17/kami-yang-selalu-bersama-511653.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Soreku semanis es krim

Soreku semanis kamu es krim..iya kamuuu Bosan saat weekend tiba diam di rumah. Namun, ketika akan bepergian pun serada enggan pula dikarenakan jalanan yang macet. Berangkat dari kebiasaan saat weekend anteng dengan tontonan drama romantis korea. Serasa terinspirasi saat bosan dan jenuh melanda.   Yups...tidak ada salahnya kita mencoba mengadopsi kebiasaan dalam drama korea tersebut. Konon katanya "ada saatnya sesuatu yang manis itu dibutuhkan" untuk menambah suasana menjadi manis dan tambah menyenangkan. Nah, menurut berbagai penelitian dan hasil penelurusan singkat rasa penasaran saya di dunia maya. Bahwa diantaranya coklat dan es krim mampu memberi ketenangan dan rasa rileks. Ada kandungan theobromine yang bersifat vasolidator , yakni menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Imbasnya, otot yang tegang menjadi rileks, dan jantung yang semula "lesu" pun menjadi giat dan aktif kembali. Kondisi ini membuat suasana hati menjadi riang. ...