Langsung ke konten utama

Selalu Menyukai Datangnya Pagi ^_^

"Selalu menyukai datangnya pagi” ya kalimat ini serasa memberikan sugesti tersendiri di kala malam menyapa. Bertanya-tanya, berusaha menjawab teki-teki sendiri. Hal apa saja ya yang akan terjadi esok, apakah aku akan bahagia. Seperti potongan liriknya Nike Ardilla bahwa “Hidup ini Panggung Sandiwara”. Kita melakukan lakon yang dianugrahkan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Hidup berdampingan dengan teman-teman yang berbeda di luar pribadi kita. Berdamai dengan lingkungan yang kadang tidak kondusif dan juga berdamai dengan mood yang akan berpotensi buruk dengan sepanjang hari esok.


Pagi ini entah kenapa masih terngiang kata-kata indah Pak Mario Teguh acara tadi malam. Katanya “Kita itu adalah sebab kebahagiaan bagi orang lain”. Tema acara MT Super tadi malam itu “Ubud yang Damai”. Berbeda dengan biasanya, Pak Mario menyusuri damainya udara yang menyejukkan jiwa sepanjang jalan di Ubud itu. Banyak bertemu, bercakap-cakap dengan orang di yang ditemui dengan kesibukkan masing-masing. Diantaranya para penjual di pasar seni Ubud, dan Museum Antonio Blanco. Disitu mereka kebanyakan bertanya seputar “Kebahagiaan”, mulai bagaimana kita mencari kebahagiaan, menciptakan hati yang bahagia dan apa itu arti bahagia. Lalu Pak Mario dengan gaya cool-nya hanya menjawab ” Bapak, bahagia itu ada di hatimu” (sambil menyentuh lembut dada penjual yang bertanya itu). Hanya ada senyum yang mengembang dari mereka.
Seperti yang mereka rasakan, saya pun yang hanya menonton dari layar kaca merasakan bisikan keindahan dari yang diucapkan Pak Mario. Tujuan hidup kita itu bukanlah untuk menjadi pribadi yang berbahagia. Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi “SEBAB” bagi kebahagiaan bagi diri sendiri dan juga bagi orang sebanyak mungkin. Sepertinya kata-kata ini akan jadi senjata ampuh aku di kala mood-nya kurang baik.
 
Ngomong-ngomong tentang panggung sandiwara nampaknya lebih indah…layaknya bermain seperti dulu kita masih kecil semua anak pasti akan menyambut gembira dengan kata-kata ini. Ya sudah mainkan saja perannya secara bijak dan menikmati peran yang diberikan Tuhan kepada kita dengan penuh kehangatan dan semuanya adalah misteri. Justru karena misteri kita semangat untuk menjalani setiap kejutan yang akan terjadi. Wow…kejutan apalagi ya. !! Enjoy the gift of God to life.

Komentar

  1. Seringkai ada kata Bahagia itu sederhana, cukup.....ini itu orang bisa bahagia. Ada jg kata level kebahagiaan seseorang berbeda jd jangan samakan. Yg masih menjadi pertanyaan buat aku makna dr kata bahagia itu seperti apa rasanya dan aku msh mencarinya dengan cara mendekatkan diri pada YANG MAHA ESA. Karena mungkin selama ini aku cuma baru merasakan senang atau gembira.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Kebersamaan kami mencicipi secuil pesona Kota Batu dan Malang

Berfoto dulu di dalam kereta..cheerss Kamis ini bukan hari Kamis yang akan kami lewatkan begitu saja seperti biasa bagi kami. Karena, kami hanya akan menghabiskan rutinitas efektif kami sebagai pekerja kantoran yakni empat hari saja. Ya, bukan lagi hari Jum'at yang akrab dengan penghujung weekday tapi Kamis lah kini yang menjadi penghujungnya. Sekali lagi Kamis ini menjadi hari yang punya cerita semangat berbeda di saat pagi menjelang. Berbagai impian, persepsi dan khayalan kami bungkus dalam satu semangat untuk menengok sisi lain cerita dan mencuri secuil remahan dari banyaknya pesona keindahan bumi nusantara ini. Sorot matahari yang kala itu bersinar cukup terik tidak menyurutkan langkah kami bergegas menuju angkutan kota yang sudah kami booking untuk membawa kami menuju stasiun Bandung.  Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami tiba di stasiun. Kami bergegas menuju pintu masuk untuk sedikit proses pengecekan tiket. Usai pengecekan selesai, kami deng...