"Selalu menyukai datangnya pagi” ya kalimat ini serasa memberikan
sugesti tersendiri di kala malam menyapa. Bertanya-tanya, berusaha
menjawab teki-teki sendiri. Hal apa saja ya yang akan terjadi esok,
apakah aku akan bahagia. Seperti potongan liriknya Nike Ardilla bahwa
“Hidup ini Panggung Sandiwara”. Kita melakukan lakon yang dianugrahkan
Tuhan dengan sebaik-baiknya. Hidup berdampingan dengan teman-teman yang
berbeda di luar pribadi kita. Berdamai dengan lingkungan yang kadang
tidak kondusif dan juga berdamai dengan mood yang akan berpotensi buruk dengan sepanjang hari esok.
Pagi ini entah kenapa masih terngiang kata-kata indah Pak Mario Teguh acara tadi malam. Katanya “Kita itu adalah sebab kebahagiaan bagi orang lain”. Tema acara MT Super tadi malam itu “Ubud yang Damai”. Berbeda dengan biasanya, Pak Mario menyusuri damainya udara yang menyejukkan jiwa sepanjang jalan di Ubud itu. Banyak bertemu, bercakap-cakap dengan orang di yang ditemui dengan kesibukkan masing-masing. Diantaranya para penjual di pasar seni Ubud, dan Museum Antonio Blanco. Disitu mereka kebanyakan bertanya seputar “Kebahagiaan”, mulai bagaimana kita mencari kebahagiaan, menciptakan hati yang bahagia dan apa itu arti bahagia. Lalu Pak Mario dengan gaya cool-nya hanya menjawab ” Bapak, bahagia itu ada di hatimu” (sambil menyentuh lembut dada penjual yang bertanya itu). Hanya ada senyum yang mengembang dari mereka.
Seperti yang mereka rasakan, saya pun yang hanya menonton dari layar kaca merasakan bisikan keindahan dari yang diucapkan Pak Mario. Tujuan hidup kita itu bukanlah untuk menjadi pribadi yang berbahagia. Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi “SEBAB” bagi kebahagiaan bagi diri sendiri dan juga bagi orang sebanyak mungkin. Sepertinya kata-kata ini akan jadi senjata ampuh aku di kala mood-nya kurang baik.
Ngomong-ngomong tentang panggung sandiwara nampaknya lebih indah…layaknya bermain seperti dulu kita masih kecil semua anak pasti akan menyambut gembira dengan kata-kata ini. Ya sudah mainkan saja perannya secara bijak dan menikmati peran yang diberikan Tuhan kepada kita dengan penuh kehangatan dan semuanya adalah misteri. Justru karena misteri kita semangat untuk menjalani setiap kejutan yang akan terjadi. Wow…kejutan apalagi ya. !! Enjoy the gift of God to life.
Pagi ini entah kenapa masih terngiang kata-kata indah Pak Mario Teguh acara tadi malam. Katanya “Kita itu adalah sebab kebahagiaan bagi orang lain”. Tema acara MT Super tadi malam itu “Ubud yang Damai”. Berbeda dengan biasanya, Pak Mario menyusuri damainya udara yang menyejukkan jiwa sepanjang jalan di Ubud itu. Banyak bertemu, bercakap-cakap dengan orang di yang ditemui dengan kesibukkan masing-masing. Diantaranya para penjual di pasar seni Ubud, dan Museum Antonio Blanco. Disitu mereka kebanyakan bertanya seputar “Kebahagiaan”, mulai bagaimana kita mencari kebahagiaan, menciptakan hati yang bahagia dan apa itu arti bahagia. Lalu Pak Mario dengan gaya cool-nya hanya menjawab ” Bapak, bahagia itu ada di hatimu” (sambil menyentuh lembut dada penjual yang bertanya itu). Hanya ada senyum yang mengembang dari mereka.
Seperti yang mereka rasakan, saya pun yang hanya menonton dari layar kaca merasakan bisikan keindahan dari yang diucapkan Pak Mario. Tujuan hidup kita itu bukanlah untuk menjadi pribadi yang berbahagia. Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi “SEBAB” bagi kebahagiaan bagi diri sendiri dan juga bagi orang sebanyak mungkin. Sepertinya kata-kata ini akan jadi senjata ampuh aku di kala mood-nya kurang baik.
Ngomong-ngomong tentang panggung sandiwara nampaknya lebih indah…layaknya bermain seperti dulu kita masih kecil semua anak pasti akan menyambut gembira dengan kata-kata ini. Ya sudah mainkan saja perannya secara bijak dan menikmati peran yang diberikan Tuhan kepada kita dengan penuh kehangatan dan semuanya adalah misteri. Justru karena misteri kita semangat untuk menjalani setiap kejutan yang akan terjadi. Wow…kejutan apalagi ya. !! Enjoy the gift of God to life.
Seringkai ada kata Bahagia itu sederhana, cukup.....ini itu orang bisa bahagia. Ada jg kata level kebahagiaan seseorang berbeda jd jangan samakan. Yg masih menjadi pertanyaan buat aku makna dr kata bahagia itu seperti apa rasanya dan aku msh mencarinya dengan cara mendekatkan diri pada YANG MAHA ESA. Karena mungkin selama ini aku cuma baru merasakan senang atau gembira.
BalasHapus