Usai maghrib tiba-tiba hujan turun sangat deras tanpa bisa dibendung. Suara gemuruh derasnya air yang menghujam ke bumi semakin nyaring terdengar. Memang sepanjang hari libur ini awan gelap yang menggantung di atas sana cenderung tak mau pergi dari langit kota ini. Hanya sesekali saja matahari menampakan sinarnya. Sisanya adalah awan kelabu.
Kondisi cuaca seperti ini membuatku enggan bepergian keluar rumah.
Kembali pada hujan deras yang baru saja turun. Ternyata ia hanya menggertak dengan gemuruhnya saja. Tidak lama kemudian, hujan pun berhenti. Namun, cuaca dingin masih menyelimuti malam ini. Dan suara mang bajigur seolah mengajakku untuk menawarkan solusi mencicipi bajigur hangat yang dijajakannya. Hmmm...setelah otak kanan dan otak kiriku melakukan brainstorming akhirnya saya memutuskan untuk membeli segelas saja. Ya mungkin sedikit berlebihan lawong hanya untuk bajigur saja harus brainstorming. Maklum ini memang diluar kebiasaanku. Karena biasanya lepas malam hari sudah menstop segala aktifitas yang melibatkan organ-organ pencernaan ku bekerja. Hee...
Hmm...ya segelas bajigur hangat sangat pas disruput untuk menemani malam yang dingin ini. Ini pilihan yang tepat untuk menghangatkan tubuh. He...harmonisasi yang indah bukan hanya dari segelas bajigur. Alhamdulillah sekarang badanku sedikit hangat seolah sedang menekur menikmati api unggun.
Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan. 5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...
Komentar
Posting Komentar