Langsung ke konten utama

Resensi dan Kutipan Novel Rantau I Muara Karya A.Fuadi


 Novel Rantau 1 Muara merupakan novel ketiga Ahmad Fuadi dari trilogi novel Negeri 5 Menara. Dua novel sebelumnya adalah Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna. 
Novel Rantau I Muara ini menceritakan kepercayaan diri Alif sedang menggelegak. Ia mengenyam bukan di bangku sekolah pada umumnya. Ia seorang santri di Pondok Madani di sebuah kota di provinsi Jawa Timur. Hidup merantau jauh dari belaian kasih sayang keluarganya membentuk ia menjadi pribadi yang mandiri dan darah minang nya mengalir kuat lewat semangat pantang menyerah yang ia miliki. 
Tempat kos yang sederhana. Bahkan kadang harus sering ditagih oleh ibu kost nya karena belum membayar biaya bulanan nya. Disisi lain ia harus tetap mengirim uang untuk membantu ibu dan kedua adiknya di tanah Minang. Berurusan dengan debt collector pun sudah pernah ia rasakan. Namun, bukan Alif namanya kalau tidak punya jurus pantang menyerah dan yakin akan mimpi-mimpi besarnya. Salah satu mimpi besarnya adalah Amerika.
Usai lulus kuliah yang ia rampungkan dengan nilai terbaik. Ia berusaha dengan gigih menulis surat lamaran ke peruaahaan-perusahaan di Bandung. Berbagai balasan surat yang dikirimkan oleh pak pos yang isinya menyatakan maaf kesempatan belum berpihak dan ini itu. Sampai akhirnya ia berjodoh dengan profesi kuli tinta di sebuah redaksi yaitu Derap. 
Deraplah yang membuat Alif bertemu dengan tambatan hatinya. Hm..bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama. He..tapipandangan pertama yang berujung ia ditugaskan oleh Mas Aji untuk berkunjung ke kamar mayat. 
Profesi wartawannya tidak menyurutkan semangatnya untuk mempelajari hal lain  di luar pekerjaannya. Ia mulai mengasah lagi kemampuannya untuk belajar TOEFL.  
Sampai akhirnya ia mendapat beasiswa untuk terbang ke Washington DC. Namun, ia pun membawa separuh hati nya Dinara sang pujaan hatinya ke Washington DC. Mereka kian dekat dan seiring waktu berjalan. Hubungan mereka berjalan mulus. Bertunangan dan menikah. Alif dan Dinara menetap di Washington. Ada jasa seorang yang amat besar dalam diri seorang Alif untuk ia bisa survive di Washington.  Yaitu Garuda.  
Namun, tragedi pesawat menabrak dua gedung perkantoran yang menjulang tinggi di langit Manhattan itu seakan menjadi memori yang kelam bagi Alif. Mas Garuda terakhir berada di sekitar perkantoran itu. Ya..World Trade Center itu menjadi saksi bisu hilangnya mas Garuda.

Demikian sedikit sinopsis yang bisa saya ceritakan. Jujur novel ini membangkitkan rasa pantang menyerah dan nasionalisme yang tinggi. Berikut adalah beberapa kutipan yang sangat saya sukai..dan membuat saya terkesan. 

1. "Jika kau bukan anak raja & juga bukan anak ulama besar, maka menulislah." Aku bukan anak orang kaya , bukan anak orang berkuasa, dan bukan pula anak orang terpandang, maka menulis sajalah yang harus aku lakukan. (Pepatah dari Imam Ghazali). 

2. Pesan dari Kyai Rais : "Jangan gampang terbuai keamanan dan kemapanan. Hidup itu kadang perlu beradu, bergejolak, bergesekan. Dari gesekan dan kesulitanlah, sebuah pribadi akan terbentuk matang. Banyak profesi di luar sana, usahakanlah untuk memilih yang paling mendewasakan dan yang paling bermanfaat buat sesama. Lalu kalau kalian nanti sudah bekerja, jangan puas jadi pegawai " -ini pesan buat Alif ketika lulus kuliah dari Amaknya. Alif disuruh jadi guru atau pegawai negeri,  karena di masa tua akan mendapatkan pensiun.  

3. "Man sabara ala darbi washala,siapa  yang berjalan di jalannya, akan sampai di tujuan. -mantra yang diajarkan di Pondok Madani

4. Pesan Kyai Rais untuk Alif : " Berusahalah untuk mencapai sesuatu yang luar biasa dalam hidup kalian setiap tiga sampai lima tahun. Konsistenlah selama itu, maka Insya Allah akan ada terobosan prestasi yang tercapai. 

5. "Manyazra'yahsud : "Siapa yang menanam, dia yang menuai."

6. "Semoga setiap kesusahan ada kemudahan" - ketika Alif sudah bertekad bulat akan tetap merantau ke Jakarta berjuang bersama jutaan pekerja lainnya. 

7. Kyai Rais : Jangan takut pada manusia. Dunja itu rata, diatas langit, dibawah tanah. Semua kita sama. -ketika Alif didatangi debt collector. Ia ketakutan. 

8. "Merantaulah, kau akan mendapat pengganti kerabat dan teman. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang."

9. "Apa yang diperjuangkan dengan sepenuh hati dan raga, lambat laun akan sampai."

10. "Bahwa alam terkembang adalah guru" - filosofi minang. 

11. Kyai Rais : Ditangan saya ada seekoor rama-rama yang dikeringkan ketika hidup ia terbang dengan indah kesana dan kemari mempesona karena keindahan warnanya. Tapi dia awalnya seekor ulat yang buruk rupa dengan prestasi tertinggi memanjat ranting. Namun, ulat tidak puas dengan prestasi ini. Setelah mengumpulkan semua bekal, dia mengasingkan diri dan bertapa dalam kepompong mengolah dirinya untuk menjadi lebih baik. Setelah merasa cukup dimasa pengasingan, dia berjuang keras merobek kepompongnya yang lliat. Pelan -pelan dia meregangkan badannya. Sayap yang basah dan ringkih dikepak-kepakkan sehingga menjadi kering dan kuat. Dia hirup udara untuk menguatkan badannya. Dulu hanya merayap di ranting kini terbang bebas ke angkasa. Dulunya ulat yang lemah dan jelek kini jadi rama-rama bersayap indah. Sesuatu itu bisa indah pada waktunya. 


Demikian kutipan-kutipan yang membuat saya terkesan dengan novel karya Bung A.Fuadi ini. Terimakasih sudah menginpirasi bangsa ini dan saya terutama.Semoga karya selanjutnya makin menginspirasi bagi mereka dan kami-kami yang butuh oase dalam menjalani hidup ini. Agar Indonesia memiliki pribadi-pribadi yang berkualitas dan pantang menyerah dalam mewujudkan mimpinya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Soreku semanis es krim

Soreku semanis kamu es krim..iya kamuuu Bosan saat weekend tiba diam di rumah. Namun, ketika akan bepergian pun serada enggan pula dikarenakan jalanan yang macet. Berangkat dari kebiasaan saat weekend anteng dengan tontonan drama romantis korea. Serasa terinspirasi saat bosan dan jenuh melanda.   Yups...tidak ada salahnya kita mencoba mengadopsi kebiasaan dalam drama korea tersebut. Konon katanya "ada saatnya sesuatu yang manis itu dibutuhkan" untuk menambah suasana menjadi manis dan tambah menyenangkan. Nah, menurut berbagai penelitian dan hasil penelurusan singkat rasa penasaran saya di dunia maya. Bahwa diantaranya coklat dan es krim mampu memberi ketenangan dan rasa rileks. Ada kandungan theobromine yang bersifat vasolidator , yakni menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Imbasnya, otot yang tegang menjadi rileks, dan jantung yang semula "lesu" pun menjadi giat dan aktif kembali. Kondisi ini membuat suasana hati menjadi riang. ...