Langsung ke konten utama

Terimakasih Kakek ..


Hari ini aku terbangun lebih dini dari biasanya. Walaupun hari ini adalah hari libur. Alhamdulillah aku masih diberikan kesempatan untuk membuka mata dan menghirup pagiMu yang luar biasa. Ini adalah berkat yang engkau berikan. Sejenak hening dalam kesendirianku terlintas beliau yang renta disana sendirian. Begitu banyak pertanyaan sederhana terlintas begitu saja. Ingin segera mendapat jawabannya. Memori ini langsung bekerja melesat dengan cepat berputar ke masa lalu. Menemukan hal-hal kecil sederhana disana. Entahlah begitu banyak yang harus aku ingat. Selama hampir kurang lebih dua belas tahun aku hidup dalam asuhan kakek dan nenek. Tumbuh dan besar dalam bimbinganmu, arahanmu. Pasti tidak mudah untuk mendidikku menjadi anak yang berbakti. Usia-usiaku  dulu sangat susah diatur. Begitu banyak kemauan dan keinginan. Rengekkan demi rengekkan pun harus sabar engkau dengarkan. Tak jarang rengekkan ini harus kau turuti. Tanpa aku harus tahu bagaimana engkau mewujudkannya. Menjual hasil bumi yaitu gabah dan telur bebek. Terimakasih kek dan nek engkau telah merawatku dengan sabar. Memberikan keinginan ku dengan segala keterbatasanmu. Entah apa yang harus aku perbuat untuk menebus dosa dan membalas jasa baikmu merawat cucumu ini. Untuk nenek yang telah di surga kembali padaMu aku ingin berterimakasih dalam untaian doa agar engkau ditempatkan di tempat terbaikmu disisi Allah swt. Dan untuk kakek, Alhamdulillah aku masih bisa diberikan kesempatan untuk bisa membalas budi baikmu namun jaraklah yang memisahkan kita. Seandainya setiap hari aku bisa berada disampingmu, rasa risau dan gelisah ini mungkin tidak akan hadir menghantui pikiranku. Kini engkau malah memilih berjuang sendirian sepeninggal almarhum nenek. Maaf aku belum bisa menemani, mewujudkan rasa sayang dan baktiku setiap hari. Tapi, aku berjanji jika ada waktu dan kesempatan untuk mengunjungimu aku akan mengunjungimu sesering mungkin, seperti rasa risau yang hadir terus menerus. Doakan agar aku diberikan sehat dan rezeki. Semoga engkau selalu sehat dalam usia panjangmu .. Tunggu kedatanganku ya Kek ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Setiap detik ..

“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya? Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang ...