Langsung ke konten utama

Merasakan Atmosfer Bangsawan Jawa di Ullen Sentalu Museum...

Matahari sudah beranjak jauh dari ufuk timur. Namun, nampaknya dia sangat menutup diri terhadap kehadiran kami di langit daerah Kaliurang kali itu. Toyota Avanza yang dikemudikan Mas Ady driver kami mulai memasuki daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman yang didominasi dengan pemandangan ladang jagung, kebun salak dan lainnya. Jalanan yang tak begitu lebar, sepi dan disambut cuaca yang dingin menambah atmosfer perjalanan kami ini membuat semakin beraroma magis sekaigus mistis dan benak kami masing-masing mulai bertanya-tanya. Apakah yang akan kami temui setibanya disana? Seperti apakah wujud bangunan museum itu? Apakah keindahan yang akan kami dapat patut kami kejar dan cari seperti ini? Wooo.....""""

Semakin dekat kami ketujuan, ternyata tak jarang kami temukan bangunan semacam hotel/resort berderet dengan khasnya masing-masing menawarkan berbagai kenyamanan dan surga bagi para pemburu kedamaian dan kesunyian. Karena daerah ini cocok untuk menenangkan diri sejenak dari rutinitas kota yang padat. Mendengar kicauan burung di pagi hari, menghirup udara pagi yang sejuk dan dikelilingi aneka flora yang tak akan sering kita jumpai ketika kita di kota besar.

Bangunan asri yang rimbun ditumbuhi akar-akar pohon liar menjulur sembarang sudah didepan mata. Suasana asri, sejuk, sepi, dan kicauan aneka burung dan binatang-binatang kecil khas hutan pun menambah kesan magis sekaligus mistis. Driver kami pun segera mempersilahkan kami untuk segera beranjak menuju loket masuk. Untuk masuk ke museum ini kami membayar Rp. 30.000-,/orang dan penjaga loketnya memberikan instruksi kepada kami untuk menunggu di area pintu masuk sambil menunggu guide yang akan memandu kami selama kami berkeliling dan nanti kami berkeliling akan diberi segelas jamu yang konon berkhasiat membuat kami awet muda. Hiii....hi..

Ya...here we are Ullen Sentalu, terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman, adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta,Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, danKadipaten Pakualaman) beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta).

Tak berapa lama kemudian pintu masuk terbuka dan Mbak yang manis guide memperkenalkan diri sebagai Mbak Prita. Beliau memberikan sedikit informasi bahwa kita akan berkeliling museum ini yang luasnya adalah 10 ribu meter persegi selama kurang lebih satu jam setengah.  Dan selama berkeliling tidak boleh mengambil gambar dan menyentuh. Untuk pengambilan gambar akan ada area tertentu yang diperbolehkan. Alasan tidak diperbolehkan mengambil gambar ini katanya, selain merusak karya seni yang otentik, hal ini juga mengganggu 'nyawa' yang ada di ruangan itu. Ya, lebih baik kita menuruti dan percaya dengan apa yang tidak boleh tersebut. Karena kita adalah tamu. Jadi sudah kewajiban kita untuk mentaati peraturan yang ada.

Mbak Prita mulai membawa kami dari satu raungan ke ruangan lainnya yang tak jarang harus melalui lorong-lorong. Nah, menurut Mbak Prita museum ini menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan daribahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini bukanlah museum yang dikelola oleh pemerintah. Museum ini kepemilikannya yakni milik pribadi seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta. Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.

Dengan mengunjungi museum ini kita jadi tahu perbedaan dasar batik khas corak Surakarta dan Yogyakarta. Selain itu juga kita bisa melihat aneka benda pusaka, kumpulan syair yang ditulis untuk Tineke, putri Sunan Surakarta yaitu Pakubuwono XI. Pada waktu itu, Tineke sedang mengalami jatuh cinta pada seorang pangeran dari kerajaan lain. Syair-syair itu ditulis dari tahun 1939-1947 itu ditulis oleh para kerabat dan teman-teman Tineke untuk menggambarkan kecintaan putri itu terhadap sang pangeran. Hm..andaikan bait-bait syair itu bisa aku potret. Aku jatuh cinta terhadap untain kalimatnya. Selain itu juga kita dapat mengetahui silsilah sejarah keluarga keraton dan aneka lukisan yang menggambarkan moment-moment penting kala itu. Misalkan, ketika Putri Diana berkunjung ke keraton.  Masing-masing lukisan dan foto punya cerita sendiri, salah satunya adalah lukisan 3 dimensi. Oia disebuah lorong ada satu lukisan yang menurut Mbak Prita jika kita memperhatikan secara seksama mata wanita di lukisan ini akan mengikuti langkah Anda ke mana pun Anda melangkah! Disana juga ada ruangan yang memamerkan arca dewa-dewi Hindu dan Buddha dari abad ke-8 masehi. Arca-arca ini sangat indah, besar dan tinggi. Oia, arca ini tidak boleh disentuh kita hanya cukup puas dengan melihatnya saja.

Disana juga kita akan melewati sebuah koridor  dengan taman yang indah disisinya yang dibatasi dengan kaca. Hati-hati jika berjalan di area ini, karena kaca ini saking bersihnya tidak akan nampak. Ada

Di akhir kita berkeliling Mbak Prita memberi kami segelas minuman Ratu Mas semacam kunyit asam atau beras kencur yang berkhasiat seperti putri keraton yaitu bisa membuat kita awet muda dan cantik serta sehat.

Di museum ini juga terdapat galeri bagi yang ingin membawa buah tangan sebagai kenang-kenangan maupun hanya sekedar koleksi. Di galeri ini terdapat aneka batik, cenderamata, tas, asesoris lainnya yang akan membuat wanita semakin menawan dan ayu.

Jika Anda sedang berada di Yogyakarta mari sempatkan berkunjung ke museum ini. Kita akan diajak untuk mengenal dan mengetahui seluk beluk sejarah budaya Jawa yang elegan dan eksotis. Love Big Indonesia...negara kita memang negeri yang kaya akan budaya dan sejarah.

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Museum_Ullen_Sentalu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Soreku semanis es krim

Soreku semanis kamu es krim..iya kamuuu Bosan saat weekend tiba diam di rumah. Namun, ketika akan bepergian pun serada enggan pula dikarenakan jalanan yang macet. Berangkat dari kebiasaan saat weekend anteng dengan tontonan drama romantis korea. Serasa terinspirasi saat bosan dan jenuh melanda.   Yups...tidak ada salahnya kita mencoba mengadopsi kebiasaan dalam drama korea tersebut. Konon katanya "ada saatnya sesuatu yang manis itu dibutuhkan" untuk menambah suasana menjadi manis dan tambah menyenangkan. Nah, menurut berbagai penelitian dan hasil penelurusan singkat rasa penasaran saya di dunia maya. Bahwa diantaranya coklat dan es krim mampu memberi ketenangan dan rasa rileks. Ada kandungan theobromine yang bersifat vasolidator , yakni menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Imbasnya, otot yang tegang menjadi rileks, dan jantung yang semula "lesu" pun menjadi giat dan aktif kembali. Kondisi ini membuat suasana hati menjadi riang. ...