Langsung ke konten utama

Bahasa Kami

Tak banyak sejarah rangkaian abjad yang telah kami ciptakan. Tak banyak pula frekuensi waktu yang telah kami habiskan. Kami hanya dua insan mahluk sempurna buah ciptaan Yang Maha Sempurna. Namun, kami selalu berusaha untuk menjadi sempurna bagi satu sama lain. Walaupun, kami percaya bahwa sempurna itu bukan milik mahluk seperti kami.
Kami akan saling memberikan daya, upaya dan arti untuk hadir dengan bahasa yang kami gunakan. Kami akan saling mengunjungi disaat salah satu dari kami membutuhkan. Ya..hanya untuk sekedar didengar dengan seksama, ditatap dengan baik dan tak jarang rahang dari kami pun mengeras untuk arti sebuah penegasan. Izinkan kami untuk saling menyelami, melengkapi dan berbagi. Kami tak berusaha mewarnainya dengan keabu-abuan. Kami menyukai hitam dan putih. Sedangkan warna lain adalah buah dan bonus dari setiap fase hitam dan putih yang kami torehkan.
Kami mempunyai dunia yang berbeda, namun ada satu waktu kami akan saling berlari dari kutub yang berbeda. Ya..mencari dan menemukan salah satu dari kami. Kami percaya radar kami cukup kuat untuk kami menemukan satu sama lain. Jangan berpikir bahwa dunia akan gaduh saat kami bertemu. Kami minim ekspresi dan minim gestur. Ya..kami hanya ingin saling menyelami. Dengan kamu berlari menjauh dari kutubmu menggunakan kekuatan radar yang kamu punya mencariku itu sudah lebih dari cukup buatku. Sisanya adalah kita akan saling melangkah menggenggam dan terkadang ketika aku lelah berlari kamu akan memberikan bahumu sejenak untukku bersandar sejenak.
Kami akan berlari menjauh dari keramaian dan hiruk pikuk dunia. Hanya kami dan hening yang bisa menyelami. Ya..kami menyukai hening. Hening ini akan membuat kami mengerti apa yang kami butuhkan dan apa yang tidak benar-benar kami butuhkan. Hening membuat kami mengerti apa yang harus kami sertakan dan apa yang harus kami tinggalkan di masa lalu, dan esok hari. Hening ini bisa membuat kami melihat jernih dan membuat kami belajar bijak akan hidup kami. Kami berusaha menciptakan harmonisasi. Tak suara lain kecuali simfoni alam.
Kami meyakini bahwa usai ruang yang kami ciptakan selalu membuahkan hal baru yang lebih indah dan berwarna. Dan goresan yang kami torehkan pun semakin berwarna. Saat itu kami hanya akan saling melempar senyum.
Keberadaan itu tak selalu harus diukur dari frekuensi waktu dan kuantitas abjad yang telah kami ciptakan. Sejarah kemarinlah yang membuat kami rindu dan menantikan radar kami bekerja berlari menjauh dari kutub kami masing-masing dimana kita bisa menorehkan warna-warna baru.
Bukankah kita bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayangi bila ada ruang? Kekuatan radar kami akan membawa kami saling berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik. Jadi, kami bukan berpisah..kami tidak menyukai selamat tinggal...kami hanya sejenak mengulur tali kami. Dan jika terbitnya matahari adalah sebuah harapan. Aku akan selalu menyukai dan menantikannya. Dan semburat oranye tergores diatas sana tiba bukanlah akhir dari sebuah hari. Sama seperti pagi kami pun menyukaimu. Walaupun gradasi warna yang terlihat dari masing-masing kami berbeda. Tapi kami menyukai keindahan dan kehangatan yang engkau pancarkan. Karena kami mempunyai atap yang sama..yakni langit oranye yang mulai tenggelam. Dan kami pun saling menyelipkan harapan mengenai ruang dan waktu untuk kami di esok dan kemudian hari... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Setiap detik ..

“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya? Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang ...