Langsung ke konten utama

Memahami koma

 

Sebagai manusia yakni insan yang paling sempurna diantara ciptaan-ciptaanNya yang lain. Kita dianugerahi akal dan pikiran yang sehat. Kita dianugerahi paket untuk bisa merasakan dan menghasilkan dengan yang dinamakan cipta, rasa dan karsa. Dengan akal diharapkan manusia bisa menggunakan akal yang sehat untuk berkarya, untuk menghasilkan sesuatu yang berguna, guna mencapai sebuah tujuan yang telah dirancang dengan baik dan matang. Hanya kitalah yang bisa merasakan bangku sekolah hingga ke perguruan tinggi. Dari dikenalkan dengan sebuah bilangan yang sederhana, huruf yang sederhana, sebelum semuanya menjadi rangkaian kalimat atau paragraf yang mempunyai makna. Makna untuk mengungkapkan deskripsi, pendapat, argumen, atau bahkan protes. Di bangku yang bernama sekolah pun kita belajar bagaimana seharusnya bersikap yang  bernama etika. Sebelum terjun menjadi manusia yang mandiri bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat dan lingkungan dunia pekerjaan yang lebih luas lagi. 

Bangku sekolah mempunyai peran penting dalam membentuk pola pikir dan sikap anak dalam proses tumbuh kembangnya. Dikarenakan diluar rumah yakni salah satunya lingkungan sekolah dimana penuh pengaruh positif dan negatif. Di sekolah maupun di perguruan tinggi pun seseorang dituntut harus mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik. Dimana etika yang baik-lah yang akan menjadi value seseorang tersebut dimata teman, dosen, dan lingkungan. Seiring proses kehidupan seseorang tersebut harus melanjutkan fase hidup selanjutnya sebagai manusia yang mandiri. Kini ia harus terjun di lingkungan pekerjaan. Dimana lingkungan inilah yang akan membawa kita ke masa depan sesungguhnya. Value dan etika  kita disini akan sangat menentukan kita sebagai pribadi yang seperti apa. Apakah kita patut untuk dihormati, apakah kita patut untuk mendapatkan hak kita. Setiap orang mempunyai tujuan masing-masing yang sangat prinsipil sesuai dengan yang melatarbelakanginya. Dunia ini begitu luas dan kompleks dengan kehidupannya. Setiap nafasnya penuh tingkatan pemahaman dari setiap insan yang bersembunyi dengan nyaman disini. Begitu banyak koma, tanda seru, tanda petik dan tanda kurung. Di luar yang dinamakan hak dan kewajiban kita sebagai insan Tuhan yang paling mulia, maupun sebagai insan yang mandiri yakni sebagai orang tua, teman, anak, keluarga dan lainnya begitu banyak rona dan koma yang perlu untuk kita menikmatinya dalam tempo yang lambat. Tanpa segera ingin meninggalkannya begitu saja. Meninggalkan dengan noda yang buruk. Warna yang baiklah yang seharusnya kita torehkan pada masa lalu. Jika masa lalu telah engkau hiasi dengan warna yang suram, abu-abu dan gelap biarlah engkau masih punya kesempatan untuk memperbaikinya di hari esok dan masa mendatang. 

Untuk ia-ia, beliau-beliau, mereka-mereka dan masa lalu yang telah mampu dilewati begitu banyak yang terlewatkan begitu saja tanpa mengetahui lebih dalam mengapa begini dan mengapa begitu. Seakan dunia telah merampas sejenak waktu yang ada. Waktu yang tak akan bisa diulang dan waktu yang tak akan sama lagi jika hal yang dilakukannya sama. Biarlah hanya angin yang mengetahui dan menyimpan semua bagian yang tidak terungkapkan. Dan di masa depanlah kita menyimpan harapan. Harapan yang baik..harapan yang bisa menikmati keberadaan kita sebagai insanNya dengan bijak pula.

Quote:

"Terkadang kita fokus agar dipahami dan melewatkan moment yang seharusnya butuh sebuah pemahaman."

Komentar

  1. "Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. "- Cicero. Pemahaman koma yang coba disampaikan penulis ini menyadarkan kita untuk sedikit meluangkan waktu untuk memahami sebuah koma yang kecil namun penting, menganggu namun membantu. Semuanya harus diawali dengan rasa bersyukur akan masa lalu. Trims Teh Ririn

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Soreku semanis es krim

Soreku semanis kamu es krim..iya kamuuu Bosan saat weekend tiba diam di rumah. Namun, ketika akan bepergian pun serada enggan pula dikarenakan jalanan yang macet. Berangkat dari kebiasaan saat weekend anteng dengan tontonan drama romantis korea. Serasa terinspirasi saat bosan dan jenuh melanda.   Yups...tidak ada salahnya kita mencoba mengadopsi kebiasaan dalam drama korea tersebut. Konon katanya "ada saatnya sesuatu yang manis itu dibutuhkan" untuk menambah suasana menjadi manis dan tambah menyenangkan. Nah, menurut berbagai penelitian dan hasil penelurusan singkat rasa penasaran saya di dunia maya. Bahwa diantaranya coklat dan es krim mampu memberi ketenangan dan rasa rileks. Ada kandungan theobromine yang bersifat vasolidator , yakni menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Imbasnya, otot yang tegang menjadi rileks, dan jantung yang semula "lesu" pun menjadi giat dan aktif kembali. Kondisi ini membuat suasana hati menjadi riang. ...