Langsung ke konten utama

Punggung itu..


Aku mengenal punggung itu semenjak aku masih belum paham dunia  in

Aku tidak asing dengan punggung itu. Semakin aku memandangi detailnya, semakin aku menyadari bahwa aku sangat mengenalnya. Bahkan ketika punggung itu masih belum terlalu membungkuk. Usia dan waktu telah memakan ketahanan punggung itu agar tetap tegak lurus. Aku tahu bukan itu saja yang membuatnya kian bungkuk. Ada banyak hal dan pekerjaan yang bahkan bisa dikategorikan untuk anak muda atau lebih muda dari usianya yang seharusnya mengerjakannya. Sejak dulu ia sudah terlatih dan akrab dengan pekerjaan berat yang membutuhkan kekuatan leher dan punggungnya untuk menahan berat beban yang tidak sedikit. Kehidupan ekonomi di desa yang damai nan asri cukup berkecukupan. Karena beliau bersama istri tercintanya dulu sangat bisa memaknai kesederhanaan menjadi suatu kemewahan yang patut untuk dinikmati dan disyukuri. 

Setelah ditinggal istri setianya beberapa tahun yang lalu. Kini ia harus melewati hari setiap pagi dan istirahat di malam hari seorang diri pula di rumah yang luas khas bangunan jawa jaman dahulu namun sangat sederhana. Kadang ia menyalakan radio untuk menemani kesepiannya pengantar tidur. Walaupun pasti tak jarang ia juga tidak mengerti dan kurang menangkap dengan jelas apa topik yang sedang dibicarakan oleh pembicara di radio tersebut. Namun apa daya, hanya cara itulah yang membuat ia bisa menepis kesendiriannya.
Di hari raya Iedul Fitri kali ini aku harus tidak berkumpul dulu dengan sang pemilik punggung tua itu. Dikarenakan satu dan lain hal. Namun, tak lama lagi aku akan menjemputnya kesini. Kami akan menikmati kehangatan yang sempurna untuk beberapa saat, hanya sekedar melepas rindu, melepas kegelisahan, melepas kecemasan, saling berbagi cerita, saling mendenagrkan.
Sungguh ia seorang yang luar biasa...ia kuat dan tua di waktu yang bersamaan. Ia diam tak banyak bicara maupun memberi nasehat. Dimana biasanya sering mendengar bahwa ketika tua kadang sikap kita akan kembali seperti anak kecil. Dan kita sebagai orang dewasa yang masih bisa berpikiran jernih dan normal terkadang harus ekstra sabar mengahadapi orang yang sudah usia lanjut. Namun, aku pastikan aku belum atau bahkan tidak menemukan  hal yang kembali ke masa kecil dimanasikap mereka kadang kekanak-kanakan dan membutuhkan pemahaman yang logis untuk memahami sikap beliau. Pemilik punggung ini sungguh sangat bijak dengan memberi contoh apa yang baik dilakukan dan bagaimana bersikap. Mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Tak sedikit didesanya yang datang hanya untuk sekedar meminta pendapat dan saran atas hal yang seharusnya diputuskan. Pandangan beliau masih sangat dihormati dan diperlukan dalam beberapa pengambilan keputusan dan menghadapi berbagai problema. Sungguh saya mengagumi ini.

Kali ini saya tidak terisak, namun air mata ini tau untuk siapa aku menangis. Semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi beliau..orang tua kami yang kami kasihi di belahan dunia yang lain disana..jarak yang memisahkan kami. Hanya doa yang bisa kami kirimkan untuk mu wahai pria senja pemilik punggung renta.  

 

Selalu, selamanya

Cucumu, anakmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Soreku semanis es krim

Soreku semanis kamu es krim..iya kamuuu Bosan saat weekend tiba diam di rumah. Namun, ketika akan bepergian pun serada enggan pula dikarenakan jalanan yang macet. Berangkat dari kebiasaan saat weekend anteng dengan tontonan drama romantis korea. Serasa terinspirasi saat bosan dan jenuh melanda.   Yups...tidak ada salahnya kita mencoba mengadopsi kebiasaan dalam drama korea tersebut. Konon katanya "ada saatnya sesuatu yang manis itu dibutuhkan" untuk menambah suasana menjadi manis dan tambah menyenangkan. Nah, menurut berbagai penelitian dan hasil penelurusan singkat rasa penasaran saya di dunia maya. Bahwa diantaranya coklat dan es krim mampu memberi ketenangan dan rasa rileks. Ada kandungan theobromine yang bersifat vasolidator , yakni menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Imbasnya, otot yang tegang menjadi rileks, dan jantung yang semula "lesu" pun menjadi giat dan aktif kembali. Kondisi ini membuat suasana hati menjadi riang. ...