![]() |
Aku mengenal punggung itu semenjak aku masih belum paham dunia in |
Aku tidak asing dengan punggung itu. Semakin aku memandangi detailnya, semakin aku menyadari bahwa aku sangat mengenalnya. Bahkan ketika punggung itu masih belum terlalu membungkuk. Usia dan waktu telah memakan ketahanan punggung itu agar tetap tegak lurus. Aku tahu bukan itu saja yang membuatnya kian bungkuk. Ada banyak hal dan pekerjaan yang bahkan bisa dikategorikan untuk anak muda atau lebih muda dari usianya yang seharusnya mengerjakannya. Sejak dulu ia sudah terlatih dan akrab dengan pekerjaan berat yang membutuhkan kekuatan leher dan punggungnya untuk menahan berat beban yang tidak sedikit. Kehidupan ekonomi di desa yang damai nan asri cukup berkecukupan. Karena beliau bersama istri tercintanya dulu sangat bisa memaknai kesederhanaan menjadi suatu kemewahan yang patut untuk dinikmati dan disyukuri.
Setelah ditinggal istri setianya beberapa tahun yang lalu. Kini ia harus
melewati hari setiap pagi dan istirahat di malam hari seorang diri pula
di rumah yang luas khas bangunan jawa jaman dahulu namun sangat
sederhana. Kadang ia menyalakan radio untuk menemani kesepiannya
pengantar tidur. Walaupun pasti tak jarang ia juga tidak mengerti dan
kurang menangkap dengan jelas apa topik yang sedang dibicarakan oleh
pembicara di radio tersebut. Namun apa daya, hanya cara itulah yang
membuat ia bisa menepis kesendiriannya.
Di hari raya Iedul Fitri kali ini aku harus tidak berkumpul dulu dengan
sang pemilik punggung tua itu. Dikarenakan satu dan lain hal. Namun, tak
lama lagi aku akan menjemputnya kesini. Kami akan menikmati kehangatan yang sempurna untuk beberapa saat, hanya sekedar melepas rindu, melepas kegelisahan, melepas kecemasan, saling berbagi cerita, saling mendenagrkan.
Sungguh ia seorang yang luar biasa...ia kuat dan tua di waktu yang
bersamaan. Ia diam tak banyak bicara maupun memberi nasehat. Dimana biasanya sering mendengar bahwa ketika tua kadang sikap kita akan kembali seperti anak kecil. Dan kita sebagai orang dewasa yang masih bisa berpikiran jernih dan normal terkadang harus ekstra sabar mengahadapi orang yang sudah usia lanjut. Namun, aku pastikan aku belum atau bahkan tidak menemukan hal yang kembali ke masa kecil dimanasikap mereka kadang kekanak-kanakan dan membutuhkan pemahaman yang logis untuk memahami sikap beliau. Pemilik punggung ini sungguh sangat bijak dengan memberi contoh apa yang baik dilakukan dan bagaimana
bersikap. Mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Tak sedikit didesanya yang datang hanya untuk sekedar meminta pendapat dan saran atas hal yang seharusnya diputuskan. Pandangan beliau masih sangat dihormati dan diperlukan dalam beberapa pengambilan keputusan dan menghadapi berbagai problema. Sungguh saya mengagumi ini.
Kali ini saya tidak terisak, namun air mata ini tau untuk siapa aku menangis. Semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi beliau..orang tua kami yang kami kasihi di belahan dunia yang lain disana..jarak yang memisahkan kami. Hanya doa yang bisa kami kirimkan untuk mu wahai pria senja pemilik punggung renta.
Selalu, selamanya
Cucumu, anakmu

Komentar
Posting Komentar