Langsung ke konten utama

Pancake Nutella topping pisang



Heiii...guy's. Apa aktifitasmu saat weekend tiba. Mungkin kebanyakan kaum urban saat ini menghabiskan waktu di tempat-tempat yang menyuguhkan hedonitas tinggi. Tapi kali ini saya ingin menyuguhkan cara lain untuk asyik nikmatin weekend yang ramah di kantong, gak habisin waktu di jalan juga plus bonus nya adalah quality time bareng keluarga tersayang di rumah. Mari kita buat sedikit keributan yang berimpact kreatifitas. Apa itu ?

Yupp...seperti yang baru saja saya lakukan dengan adik bungsu saya. Sebelumnya kami pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan-bahannya. Setiba di rumah, dapur adalah ibarat mini laboratorium bagi kami. Apakah yang akan kami buat. Yuk langsung aja guy's. 

Pancake pisang with nutella :
1. Tuangkan tepung pancake instant ke dalam wadah.
2. Campurkan 150 ml.
3. Masukkan telur 1 butir.
4. Aduk adonan hingga tercampur sempurna.
5. Diamkan 10 menit.
6. Sambil menunggu siapkan teflon/wajan.
7. Oleskan margarin sesuai selera. Pastikan menggunakan api yg kecil/sedang.
8. Setelah panas, tuangkan adonan pancake ke teflon.
9. Tuang dan cetak sesuai selera dan kreasi teman-teman ya..
10. Ketika warna sudah agak coklat, dibalik. Agar matang nya merata.
11. Angkat dan tiriskan.
12. Tata pancake di dalam wadah/piring favorite teman-teman.
13. Oleskan selai coklat dari Nutela.
14. Untuk topping teman-teman bisa menggunakan pisang iris tipis, es, maupun taburan keju.
15. Selamat mencoba temans....

Sekian tips singkat dari kami.semoga bisa menambah khasanah rasa teman-teman ya... 
Hemat..praktis..sehat. Hiii...^_^ Selamat mencoba,,,good luck!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Memori menjadi anak desa

Menceritakan masa kecil, kita dibawa kembali ke memori sekitar dua puluh tahun yang lalu. Setiap dari kita pasti menyimpan kisah berbeda. Membuat kita begitu bersemangat namun kemudian sedikit kecewa karena ia ternyata sudah berlalu. Meski tak semua bagian dari masa kecil terisi cerita indah namun pastinya masih ada memori indah yang  tersimpan yang sesekali lucu untuk dikenang dan juga dibagikan. Salah satunya kenangan menjadi anak desa. Udara yang bersih, alam yang terbuka, sawah yang terhampar hijau didepan mata, pohon kelapa yang meneduhkan. Hidup damai, sederhana, kehangatan dan keceriaan yang tercipta dengan anak-anak sebaya dan tetangga sekitar adalah sedikit memori tentang desa tempatku menghabiskan masa kecilku dulu. Childhood is the most beautiful of all life's seasons. ~Author Unknown Bertemu dan berbincang sedikit dengan adek ini, mengingatkanku dengan sosok Ririn kecil saat dulu masih menjadi anak SD di sebuah desa di Kutoarjo sana. Usai pulang sek...