Langsung ke konten utama

Piknik yuk ke Taman Kota di Bandung ..

Hei..hei..teman dunia mayaku. Berangkat dari agak bosannya rutinitas saat weekend tiba. Yang pada umumnya kaum urban di kota besar biasanya pasti menghabiskan sebagian besar waktunya dengan sederet schedule yang sudah disusun berminggu-minggu kebelakang. Yakni, kuliner dari satu cafe ke cafe lainnya, shopping mungkin buat yang gemar cari-cari barang baru, ataupun tuntutan kebutuhan sosialita lainnya. Kalau bahasa kerennya mah "ga asyik cuy klo weekend tuh gak kongkow atau meetup-meetup cantik"
Kadang suka terpikir apakah dengan cara inikah kita menghabiskan waktu weekend kita. Setelah lima hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan kantor yang bejibun mungkin atau dipusingkan dengan target-target. 
Nah, padahal  kita tuh gak usah membayar biaya mahal-mahal atau membuang waktu dengan bermacet-macet di jalan hanya untuk memanjakan hasrat yang harus dibayar atas jeri payah keras kita  selama senin sampai jumat itu. Saya punya sedikit warna baru nih buat nikmatin weekend yang cukup di Bandung saja.
Wahana berkuda yang menjadi ciri khas disepanjang jalan Cilaki


Aku berani loh!! Kakak-kakak yang udah besar berani gak kaya aku gini ..?

Taman Cibeunying
Taman Cibeunying.
Di hari yang cerah ini saya bersama dua sahabat saya yakni Eka dan Sona. Hm..kami ingin menikmati atmosfer kota Bandung dengan cara yang berbeda berkat sentuhan Bapak Walikota favorit urang Bandung yaitu Bapak Ridwan Kamil atau yang lebih akrab dengan sapaan Kang Emil. Aktifitas kami hari ini kami sebut "Piknik mengunjungi taman-taman Kota Bandung". Start yang kami lakukan adalah mulai dari Taman Cibeunying.Taman ini asri. Disini sudah tertata bagi warga yang ingin bersantai maupun bercengkrama dengan keluarga maupun teman. Tempat duduk dan meja sudah tersedia. Disini juga tersedia jaringan wifi bagi yang ingin tetap berkreatifitas berselancar di dunia maya. Jika perut agak lapar, juga tersedia aneka gerobak kuliner khas Bandung yang patut dicoba. Nah, buat yang penasaran juga biasanya ditaman ini pos pemberangkatan bis wisata yakni Bandros. Namun antrinya agak harus bersabar dikarenakan anemonya yang sangat banyak. Atau mungkin juga ingin menyewa sepeda sebagai alternatif.

 Taman Pustaka Bunga (Kandaga Puspa)


Bercengkrama dengan sahabat ...
Asri kan Bandung kita ? Jangan injak rumput atau buang sampah sembarangan ya
Untuk ke taman ini hanya cukup berjalan kaki saja menuju Jalan Cilaki tidak jauh dari taman sebelumnya yakni Cibeunying. Pandangan pertama ketika masuk area taman ini tentunya adalah aneka bunga-bunga hias yang cantik dan memesona. Buat yang menyukai dan ingin memilikinya, ada juga bunga yang bisa dibeli. Bunga-bunga maupun tanaman disini dirawat oleh sentuhan-sentuhan tangan orang-orang yang profesional tentunya. Di area ini ada hamparan rumput yang hijau, namun rumput ini bukan untuk diinjak ya. Karena untuk pejalan kaki sudah tersedia jalurnya diarea tengah yakni jalan pavingblok. Seperti taman Cibeunying taman ini juga pastinya sangat pas untuk duduk-duduk santai. Taman ini sangat rimbun. Karena bisa disebut juga sebagai taman yang berfungsi hutan kota. Rimbun oleh pepohonan tua yang kokoh. 
Yuk mampir duduk-duduk santai...banyak bunga-bunga indah lho


Taman Lansia

Makasih Pak Ridwal Kamil .. sekarang lebih tematik

Taman ini masih berdampingan dengan taman Pustaka Bunga. Singkatan dari Taman Lanjut Usia. Berada tepat disebelah kanannya Gedung Sate. Taman ini sangat pas sebagi alternatif untuk sarana refreshing dan istirahat bagi warga yang ingin bersantai dan berekreasi. Pada saat Hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya, Taman Lansia ini ramai dikunjungi oleh mereka yang berolah raga pagi sambil menikmati sejuknya udara Bandung.Taman ini juga sangat strategis letaknya yang berada diujung jalan dan juga dipinggirnya diapit oleh banyaknya cafe-cafe  yang berjajar disepanjang jalan Cilaki. Biasanya memang cafe-cafe didaerah sini agak padat dikunjungi oleh wisatawan dari luar Bandung juga. Yang sedang hits di daerah ini belum lengkap jika tidak ikut antri mengular berjam-jam hanya untuk mencicipi penganan khas Bandung yakni Kue Cubit yang sedang tenar yakni Kue Cubit Green Tea. Alternatif lainnnya yakni buat yang ingin mencoba berkuda, delman atau naik becak mini. Biasanya anak-anak sangat suka diajak bermain kedaerah sini. Orang dewasa juga bisa kok menunggang kudanya. Jika takut..jangan khawatir ada mas atau akangnya yang siap memandu menemai berkeliling.



Lakukan yang kausuka....!!!

"Kehidupan itu bisa jauh lebih kaya jika kita bisa berterimakasih dan menikmati yang sudah Tuhan berikan,,yakni alam yang indah".

 ***Selamat jalan-jalan ya semoga kalian semua happy seperti kami..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Setiap detik ..

“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya? Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang ...