“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya?
Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya.
Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang bulan kita berada diluar rumah. Disibukkan dengan berbagai macam agenda dan aktifitas yang bukan hanya menguras otak untuk berpikir keras tapi juga fisik dan stamina yang harus selalu prima. Hidup di kota besar dengan berbagai macam perkembangan yang pesat sekaligus problematikanya. Yakni antara lain, polusi udara yang mengancam kadar kualitas oksigen yang kita butuhkan. Macet, ya macet ini terkadang menjadi hal yang cukup tidak berarti. Bertambahnya volume kendaraan, sedangkan kondisi lebar jalan yang masih sama. Tidak patuhnya pengguna kendaaraan, berhenti sembarangan dan lain sebagainya. Ini menjadi problematika klasik di kota besar. Belum lagi akhir-akhir ini yang sedang marak yaitu “begal” yang merajelela. Aksinya kian nekat. Ini tentunya menjadi ancaman serius bagi para pekerja yang pulang larut malam entah di kendaraan umum maupun di kendaraannya sendiri. Ya..kebutuhan semakin meningkat. Terkadang menjadi alasan tingkat kriminalitas semakin meningkat. Orang terkadang buta menghalalkan segala cara. Salah satunya dengan merugikan dan mengganggu kenyamanan orang lain.
Uraian diatas adalah sedikit deskripsi yang memicu kita untuk mengeluh atas apa yang kita alami saat kita beraktifitas. Terkadang saya suka berpikir bagaimana cara membayar atau menebus atas apa yang sudah kita lakukan. Kompensasi apa yang pantas untuk mengganti 5 hari kerja dengan dua hari weekend yakni di sabtu dan minggu. Jawaban yang tepat ialah “istirahat”.
Apa yang pantas kita lakukan saat istirahat. Tidur cukup dan berikan asupan gizi yang baik dan berimbang untuk tubuh kita. Ini adalah ucapan kecil terimakasih kita terhadap tubuh kita telah mau bekerja sama dengan baik selama lima hari kemarin. Mari kita berikan service yang baik untuk tubuh kita. Ini adalah salah satu bentuk kita mensyukuri karunia Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Karunia sehat dan jiwa juga yang masih baik. Selain itu masih banyak cara bagaimana cara menikmati weekend misalnya olahraga bersama keluarga , memasak bersama di dapur, dan lain sebagainya.
Seperti kali ini saya ingin menikmatinya dengan cara yang berbeda saya ingin menikmatinya berbagi dengan alam. Udara terbuka. Dan sesuatu yang hijau terhampar luas..sawah. Areal pesawahan yang kini kita sulit temukan di perkotaan. Bersyukur saya tidak harus sulit dan jauh untuk bisa mendapatkan hal yang saya inginkan. Melihat sawah terhampar luas tanpa batas. Hijau...dengan udara yang masih segar dan bersih. Ini adalah cara terbaik saya menemukan kebahagiaan kecil. Disini sekaligus saya bisa sedikit berkontemplasi mengenai apa saja yang dilihat dan dirasakan.
Sambil berpikir, sebenarnya ada hal yang sedikit mengganggu, berapa lama lagikah sawah-sawah disini bisa bertahan..
Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya.
Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang bulan kita berada diluar rumah. Disibukkan dengan berbagai macam agenda dan aktifitas yang bukan hanya menguras otak untuk berpikir keras tapi juga fisik dan stamina yang harus selalu prima. Hidup di kota besar dengan berbagai macam perkembangan yang pesat sekaligus problematikanya. Yakni antara lain, polusi udara yang mengancam kadar kualitas oksigen yang kita butuhkan. Macet, ya macet ini terkadang menjadi hal yang cukup tidak berarti. Bertambahnya volume kendaraan, sedangkan kondisi lebar jalan yang masih sama. Tidak patuhnya pengguna kendaaraan, berhenti sembarangan dan lain sebagainya. Ini menjadi problematika klasik di kota besar. Belum lagi akhir-akhir ini yang sedang marak yaitu “begal” yang merajelela. Aksinya kian nekat. Ini tentunya menjadi ancaman serius bagi para pekerja yang pulang larut malam entah di kendaraan umum maupun di kendaraannya sendiri. Ya..kebutuhan semakin meningkat. Terkadang menjadi alasan tingkat kriminalitas semakin meningkat. Orang terkadang buta menghalalkan segala cara. Salah satunya dengan merugikan dan mengganggu kenyamanan orang lain.
Uraian diatas adalah sedikit deskripsi yang memicu kita untuk mengeluh atas apa yang kita alami saat kita beraktifitas. Terkadang saya suka berpikir bagaimana cara membayar atau menebus atas apa yang sudah kita lakukan. Kompensasi apa yang pantas untuk mengganti 5 hari kerja dengan dua hari weekend yakni di sabtu dan minggu. Jawaban yang tepat ialah “istirahat”.
Apa yang pantas kita lakukan saat istirahat. Tidur cukup dan berikan asupan gizi yang baik dan berimbang untuk tubuh kita. Ini adalah ucapan kecil terimakasih kita terhadap tubuh kita telah mau bekerja sama dengan baik selama lima hari kemarin. Mari kita berikan service yang baik untuk tubuh kita. Ini adalah salah satu bentuk kita mensyukuri karunia Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Karunia sehat dan jiwa juga yang masih baik. Selain itu masih banyak cara bagaimana cara menikmati weekend misalnya olahraga bersama keluarga , memasak bersama di dapur, dan lain sebagainya.
Seperti kali ini saya ingin menikmatinya dengan cara yang berbeda saya ingin menikmatinya berbagi dengan alam. Udara terbuka. Dan sesuatu yang hijau terhampar luas..sawah. Areal pesawahan yang kini kita sulit temukan di perkotaan. Bersyukur saya tidak harus sulit dan jauh untuk bisa mendapatkan hal yang saya inginkan. Melihat sawah terhampar luas tanpa batas. Hijau...dengan udara yang masih segar dan bersih. Ini adalah cara terbaik saya menemukan kebahagiaan kecil. Disini sekaligus saya bisa sedikit berkontemplasi mengenai apa saja yang dilihat dan dirasakan.
Sambil berpikir, sebenarnya ada hal yang sedikit mengganggu, berapa lama lagikah sawah-sawah disini bisa bertahan..
Komentar
Posting Komentar