Langsung ke konten utama

J a l a n P a g i . . .

Menepi dulu sejenak saat perjalanan pulang
Pohon jagung
Pohon pisang
Dari kejauhan nampak petani sedang memanen sawahnya..
Bunga liar yang tumbuh cantik ditepi jalan
Just want to say alhamdulillah and good morning world.  May your day blessed, happy and cheerful.  Smile!


Ini adalah pemandangan pagi saya. Biasanya saya melewati tempat ini dengan bersepeda. Tapi kali ini saya mencoba dengan berjalan kaki. Tadi berangkat dari rumah pukul 06.00 dan sekarang sudah sampai tempat tujuan berhenti saya. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit sambil sesekali jogging. Ada sensasi lain ketika jogging bukan di jogging track. Dijamin tidak akan bosan karena melihat hal yang sama. Banyak pemandangan baru, detail-detail yang terkadang kita lewatkan jika menggunakan sepeda atau menggunakan kendaraan lain. Melihat ibu-ibu, bapak-bapak, kakek, tua muda, beraktifitas memanen hasil panen. Beberapa masih berkumpul bercengkrama sambil menikmati kudapan pagi mereka. Dan beberapa orang yang kebetulan berpapasan dengan saya tak ragu untuk mengulas senyum dan menyapa dengan begitu ramahnya. Ya entah mungkin karena heran melihat sosok putri berjalan sendirian kali yaa...

Sekarang saya beristirahat sambil menarik nafas panjang mengumpulkan tenaga untuk pulang ke rumah. Yang akan saya tempuh kira-kira sama dengan tadi saya sampai kesini. Satu yang bisa saya ambil dari aktifitas pagi ini adalah saya belajar merasakan dan bisa sedikit berempati bagi mereka-mereka disekeliling saya atau dibelahan bumi manapun ada yang setiap harinya harus bangun pagi-pagi sekali disaat sebagian orang masih terlelap tidur.  

Mereka tidak mempunyai kendaraan, fasilitas dan prasarana yang menunjang untuk aktifitasnya. Seiring sang fajar mereka bergegas meninggalkan rumah sekaligus sebuah istana yang indah untuk sekedar berteduh, beristirahat dan bercengkrama dengan keluarga kecil mereka. Ada yang berjalan kaki, ada yang mendorong gerobak, ada yang memikul berat beban dipundak ataupun mengayuh sepeda tuanya puluhan kilometer demi sampai ke tempat tujuan. 

Mereka memulai segalanya lebih awal dari kita-kita yang hidup berkecukupan. Satu tujuan mereka ialah mencari rezeki yang halal dan berkah. Saat sang senja mulai menyapa mereka akan bergegas pulang kerumah beristirahat dan kembali bercengkrama dengan keluarga kecil mereka. 

Dari sini saya belajar bahwa saya ataupun kita-kita yang memiliki dan terbiasa dengan sarana dan prasarana yang komplit masih saja ada yang dikeluhkan. Terkadang kita masih ingin meminta ini dan itu. Yuukk bersyukurr teman-teman, adanya mereka untuk kita lebih bersyukur lagii...

Sekarang saya sudah dirumah. Tadi sampai sekitar pukul 08.00 pagi. Waktu tempuh pulang agak lama karena sesekali berhenti tergoda dengan objek yang ada dan ingin mengabadikannya. Selain itu juga saya mampir disebuah tenda yang menjual surabi khas kampung. Jadi totally saya sudah berjalan disertai jogging tadi sekitar satu jam 45 menit, anehnya tidak mengeluh sama sekali, lelah, capek, ataupun bosan ingi buru-buru sampai. Yukk teman-teman coba aktifitas yang baru...menyenangkan loh. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Setiap detik ..

“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya? Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang ...