Tak selamanya kita bisa menjadi bijak seperti apa yang kita ucapkan
atau tuliskan. Oleh karena itu, jika kamu sedang bersedih, bahagia,
menangis, kecewa, ataupun marah menulislah. Karena kata-kata bijak yang
kau tulis dalam lembaran-lembaran itu akan mengingatkan kita bahwa kita
dulu pernah kuat berdiri. Janganlah rasa sedih itu menjadikanmu
terjerembab dala kerapuhan dan kebimbangan.
Orang yang bijak bukan berarti orang yang sabar secara emosional, tapi orang yang berfikir dengan tepat pada suatu permasalahan dan berani menerima serta melihat kenyataan dengan ikhlas dan sportif………,sebaliknya orang yang tidak bijak adalah orang yang tak mau berusaha menerima dan melihat kehidupan secara apa adanya, selalu mengingkari dan membuat manipulasi.

Orang yang bijak bukan berarti orang yang sabar secara emosional, tapi orang yang berfikir dengan tepat pada suatu permasalahan dan berani menerima serta melihat kenyataan dengan ikhlas dan sportif………,sebaliknya orang yang tidak bijak adalah orang yang tak mau berusaha menerima dan melihat kehidupan secara apa adanya, selalu mengingkari dan membuat manipulasi.
Sebagai manusia yang terlahir sebagai wanita biasa. Ada kalanya kita
mengeluh, rapuh atas keadaan, kalah dengan keadaan. Iya tak selamanya
tampil berdiri tegak di tengah beban yang mendera. Pertanyaannya adalah
kenapa harus ada ini, mengapa harus saya. Sederet pertanyaan tersebut
akan melintas. Jika terjerembab dalam kondisi seperti ini, alhasil malah
menjadikan saya tidak bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah
diberikan.
Segala sesuatu hal yang hadir dalam hidup kita, di sekeliling kita,
tergantung cara pandang kita apakah hal tersebut dipackaging dalam
sebuah paket masalah atau sebuah ujian dari-Nya. Ujian bahwa
permasalahan itu hadir untuk mendewasakan kita. Tuhan menyentuhmu dengan
hal tersebut karena beliau sayang terhadapmu. Petik hikmahnya, dan
pelajarilah. Jika jalan itu tak selamanya lurus dan mulus seperti jalan
tol, maka jalan pun tak selamanya akan dipenuhi dengan batu kerikil,
didepan ada tujuan yang akan kita capai. Kita akan sampai pada tujuan
tersebut. Asal pada saat berjalan tersebut jika kita terseok,
berpeganlah dengan kuat, dan segera bangkit. Fokus ke depan akan tujuan
yang indah menanti di depan sana.
Kepada sang waktu, terima kasih karena telah mengkondisikan perasaan
seperti ini. Percaya, waktu pasti akan berpihak kelak. Berputarlah
bersama waktu, nikmati apa yang sedang menyapamu kini. Kita bisa tumbuh
seperti sekarang ini karena memang diberi kesempatan oleh Tuhan utk
berbuat sesuatu, dan semua apa yang dialami adalah cara, atau jembatan
utk membuat kita mengerti akan sebuah rahasia Tuhan.
Sekali lagi adalah hati yang sabar lah yang bisa dengan mudah
melewatinya. Dan berpikirlah dengan positif.
Percayalah, Tuhan memberimu
beban karena Dia menciptakan pundak.
Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi indahmu. Berpeganglah…
*semoga bermanfaat ^_^
Terima kasih.. bagus isinya dan semoga aku bisa berfikir lebih bijak lg. Terima kasih banyak.
BalasHapus