Langsung ke konten utama

Berpegang yang Kuat

Tak selamanya kita bisa menjadi bijak seperti apa yang kita ucapkan atau tuliskan. Oleh karena itu, jika kamu sedang bersedih, bahagia, menangis, kecewa, ataupun marah menulislah. Karena kata-kata bijak yang kau tulis dalam lembaran-lembaran itu akan mengingatkan kita bahwa kita dulu pernah kuat berdiri. Janganlah rasa sedih itu menjadikanmu terjerembab dala kerapuhan dan kebimbangan.
Orang yang bijak bukan berarti orang yang sabar secara emosional, tapi orang yang berfikir dengan tepat pada suatu permasalahan dan berani menerima serta melihat kenyataan dengan ikhlas dan sportif………,sebaliknya orang yang tidak bijak adalah orang yang tak mau berusaha menerima dan melihat kehidupan secara apa adanya, selalu mengingkari dan membuat manipulasi.


Sebagai manusia yang terlahir sebagai wanita biasa. Ada kalanya kita mengeluh, rapuh atas keadaan, kalah dengan keadaan. Iya tak selamanya tampil berdiri tegak di tengah beban yang mendera. Pertanyaannya adalah kenapa harus ada ini, mengapa harus saya. Sederet pertanyaan tersebut akan melintas. Jika terjerembab dalam kondisi seperti ini, alhasil malah menjadikan saya tidak bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah diberikan.
Segala sesuatu hal yang hadir dalam hidup kita, di sekeliling kita, tergantung cara pandang kita apakah hal tersebut dipackaging dalam sebuah paket masalah atau sebuah ujian dari-Nya. Ujian bahwa permasalahan itu hadir untuk mendewasakan kita. Tuhan menyentuhmu dengan hal tersebut karena beliau sayang terhadapmu. Petik hikmahnya, dan pelajarilah. Jika jalan itu tak selamanya lurus dan mulus seperti jalan tol, maka jalan pun tak selamanya akan dipenuhi dengan batu kerikil, didepan ada tujuan yang akan kita capai. Kita akan sampai pada tujuan tersebut. Asal pada saat berjalan tersebut jika kita terseok, berpeganlah dengan kuat, dan segera bangkit. Fokus ke depan akan tujuan yang indah menanti di depan sana.
Kepada sang waktu, terima kasih karena telah mengkondisikan perasaan seperti ini. Percaya, waktu pasti akan berpihak kelak. Berputarlah bersama waktu, nikmati apa yang sedang menyapamu kini. Kita bisa tumbuh seperti sekarang ini karena memang diberi kesempatan oleh Tuhan utk berbuat sesuatu, dan semua apa yang dialami adalah cara, atau jembatan utk membuat kita mengerti akan sebuah rahasia Tuhan.
Sekali lagi adalah hati yang sabar lah yang bisa dengan mudah melewatinya. Dan berpikirlah dengan positif.  
 Percayalah, Tuhan memberimu beban karena Dia menciptakan pundak.
Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi indahmu. Berpeganglah…
*semoga bermanfaat ^_^

Komentar

  1. Terima kasih.. bagus isinya dan semoga aku bisa berfikir lebih bijak lg. Terima kasih banyak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Setiap detik ..

“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya? Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang ...