Langsung ke konten utama

Selalu ada cara yang indah dari Tuhan

Selalu ada cara untuk belajar.

Selalu ada cara untuk membuatnya lebih indah.

Selalu ada cara untuk menjadi lebih baik.

Selalu ada cara untuk menikmatinya sesuai selera.

Entah berapa kata lagi yang bisa disepadankan dengan kalimat itu. Ketika pagi, siang, dan berujung dengan malam. Lusa, hari ini, esok dan seterusnya adalah menjadi hal yang misteri. Sedetik apa saja yang kita lakukan bisa merubah semua yang akan datang, entah lebih baik, biasa saja, atau bahkan lebih buruk. Cemas .. Ya .. Wajar jika kita mencemaskannya. Terkadang ketika malam datang berusaha merekam memori-memori yang terjadi dan hal-hal yang telah dilakukan seharian. Apakah ada kekurangan dan ketidakberesan dalam pekerjaan misalnya.
 
Lalu mencoba lebih dalam lagi bagaimana interaksi kita dengan teman, dan lingkungan. Semoga tidak ada yang tersakiti ,tersinggung dan meninggalkan kesan yang buruk yang tidak berkenan di hati rekan kerja kita misal. Dan ketika malam pun berusaha mengingat-ingat apakah ada pesan di handphone yang belum sempat dibalas. Dan malam pun digunakan untuk merancang prioritas-prioritas dikeesokan harinya. Berusaha untuk melakukan lebih baik dan serapi mungkin sesuai dengan rencana yang telah dirancang sebelumnya.

Datangnya sang fajar selalu ditunggu-tunggu karena ini adalah titik balik, titik awal perjalanan yang akan menjadi sejarah. Ketika pagi disitulah kita menggantungkan harapan-harapan yang indah atas hari ini. Sejarah akan terus mengiringi dan membayangi perjalanan ini. Sejarah pun bisa dijadikan pijakan untuk melangkah lebih baik. Begitu seterusnya rangkaian yang terjadi. Dan tugas kita adalah menikmati karunia dan berkat Tuhan setiap harinya atas jiwa yang sehat, badan yang sehat. Belajar memiliki hati yang lapang dan luas. Hati yang senantiasa bersyukurlah yang membuat kita bahagia. Dan selalu ada cara untuk berdiri tegak bersama matahari di esok hari. Selamat pagi selamat beraktivitas .. Enjoy your day .. Semoga Tuhan selalu menumpangkan tangannya untuk kita semua. Amin.

Boleh juga -- >( http://filsafat.kompasiana.com/2012/07/12/selalu-ada-cara-yang-indah-dari-tuhan-470778.html )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Kebersamaan kami mencicipi secuil pesona Kota Batu dan Malang

Berfoto dulu di dalam kereta..cheerss Kamis ini bukan hari Kamis yang akan kami lewatkan begitu saja seperti biasa bagi kami. Karena, kami hanya akan menghabiskan rutinitas efektif kami sebagai pekerja kantoran yakni empat hari saja. Ya, bukan lagi hari Jum'at yang akrab dengan penghujung weekday tapi Kamis lah kini yang menjadi penghujungnya. Sekali lagi Kamis ini menjadi hari yang punya cerita semangat berbeda di saat pagi menjelang. Berbagai impian, persepsi dan khayalan kami bungkus dalam satu semangat untuk menengok sisi lain cerita dan mencuri secuil remahan dari banyaknya pesona keindahan bumi nusantara ini. Sorot matahari yang kala itu bersinar cukup terik tidak menyurutkan langkah kami bergegas menuju angkutan kota yang sudah kami booking untuk membawa kami menuju stasiun Bandung.  Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami tiba di stasiun. Kami bergegas menuju pintu masuk untuk sedikit proses pengecekan tiket. Usai pengecekan selesai, kami deng...