Langsung ke konten utama

Suara Hujan...dengerin yuk



Seraya hujan pun tak kalah ingin menyapa semesta pagi ini dengan tanpa permisi. Menyapa ia yang baru terbangun dari istirahat panjangnya. Menyapa ia yang sedang berjuang dalam hiruk pikuk riuhnya pasar pagi.
Hujan bukan hal yang kuharapkan. Namun, ini menambah kesenanganku pada pagi ini. Perasaanku menjadi lebih tenang dan menikmati semuanya. Paduan yang pas. Merasakan suara rintikan hujan bersembunyi di balik selimut tebal, novelku dan musik yang kusetel. Namun, kadang dengan ia hadir otak ku bekerja lebih keras. Ia membuahkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih kritis.

Kata orang hujan itu indah. Ada pula yang mengatakan hujan itu romantis. Ada yang percaya bahwa ternyata di dalam hujan itu terdapat lagu yang mengalun dengan damain nan syahdu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan di masa lalu.

Mari kita diam dan rasakan aroma itu. Tutup mata kita, fokuskan telinga kita untuk mendengar pesannya. Ia hadir membawa pesan keindahan, kedamaian, kesejukan, dan kegembiraan. Ialah yang membasahi bumi kita, tanah menjadi basah, dedaunan menjadi basah. Menjadikan bumi ini subur. Mari kita menikmati apa yang menyapamu kini dengan hati yang penuh damai, suka, cita dan gembira.

“Hujan itu paduan antara langit dan bumi yang membuahkan kesejukan dan kedamaian.”

Selamat pagi dan selamat beraktifitas. Semoga hujan tidak menghalangi langkah kita untuk bekerja dan lain sebagainya. Karena ia mengiringi kita dengan pesan yang bahagia.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Kebersamaan kami mencicipi secuil pesona Kota Batu dan Malang

Berfoto dulu di dalam kereta..cheerss Kamis ini bukan hari Kamis yang akan kami lewatkan begitu saja seperti biasa bagi kami. Karena, kami hanya akan menghabiskan rutinitas efektif kami sebagai pekerja kantoran yakni empat hari saja. Ya, bukan lagi hari Jum'at yang akrab dengan penghujung weekday tapi Kamis lah kini yang menjadi penghujungnya. Sekali lagi Kamis ini menjadi hari yang punya cerita semangat berbeda di saat pagi menjelang. Berbagai impian, persepsi dan khayalan kami bungkus dalam satu semangat untuk menengok sisi lain cerita dan mencuri secuil remahan dari banyaknya pesona keindahan bumi nusantara ini. Sorot matahari yang kala itu bersinar cukup terik tidak menyurutkan langkah kami bergegas menuju angkutan kota yang sudah kami booking untuk membawa kami menuju stasiun Bandung.  Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami tiba di stasiun. Kami bergegas menuju pintu masuk untuk sedikit proses pengecekan tiket. Usai pengecekan selesai, kami deng...