Langsung ke konten utama

Berdamai dengan malam





Entah mengapa malam ini tidak seperti biasanya. Pada jam sekarang ini akan sangat jarang saya masih terjaga dengan tidak merasakan kantuk yang menyerang sedikit pun. Apakah ini karena efek secangkir kaffein yang saya teguk tadi sore  sewaktu di kantor. Terlepas dari mencari alasan yang tepat mengapa di pertengahan malam seperti ini masih terjaga. Saya ingin mencoba berdamai dengan malam. Tutup mata, memusatkan pikiran, dan rasakan apa yang dihasilkan walau ini hanya sejenak. Ya, sebuah pemahaman dan pemikiran yang baik dan indah untuk dirasakan. Refleksi atas tanggung jawab waktu dan nafas yang telah saya lakukan. Semoga sepanjang hari ini saya menjalankan fungsi sebagai mahluk ciptaan Nya dengan baik dan sungguh-sungguh. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang baik atas apa yang telah di bebankan kepadaku. Karena sesungguhnya beban itu tidak ada, yang ada ialah tugas yang menuntut kemampuan dan skill yang baik. Seharusnya setiap malam adalah menjadi penghujung untuk menuntun langkah kita di esok hari. Tentu dengan harapan bahwa hal negatif dari pribadi ini tidak terjadi lagi. Dan untuk hari esok, yang konon disukai dan ditunggu sebagian besar orang, ia bukan Senin pastinya melainkan Jum’at. Yeah...”Good Friday”
Semoga esok menjadi hari yang indah dan baik untuk semua orang yang mempunyai cinta bagi semua orang dan alam semesta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Setiap detik ..

“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya? Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang ...