Langsung ke konten utama

Menikmatinya ..



Jum'at tiba artinya weekend menjelang di esok hari. Walaupun ini weekend itu hanya selalu terdiri dari dua hari. Akan betapa bahagia dan senangnya menyambut ini. Nuansa kostum dan gaya berpakain di hari jum'at pun cenderung santai. Ini yang menambah aroma hari jum'at semakin bersahabat untuk menjalani aktifitas pekerjaan rutin di kantor seharian. 

Sore menjelang konsentrasi menurun ketika sebagian teman dan karyawan semakin riuh terdengar mengucapkan berbagai salam dan ucapan "selamat berlibur kawan". Tumpukan berkas di meja segera dirapihkan, berbagai aplikasi yang masih running segera disimpan dan ditutup. Dan tombol turn off pun disentuh sekenanya. 
Antrian absen finger scan mengular panjang ke belakang. Lahan parkir pun tak kalah ramainya. Semua orang gegap gempita menikmati hari ini. Seorang anak pasti akan merindukan ayah atau ibunya untuk kembali kerumah. Dan ia akan mulai berceloteh, "besok kita jalan-jalan kemana ayah...ibu?"
Ya..anak sekolah akan berkata : Hari ini kita jalan kemana Ayah..Ibu ? dan orang kantoran akan cenderung tiduran saja dirumah. 
Banyak cara menikmati weekend yang tidak membosankan. Olahraga adalah pilihan yang tepat untuk mengawali di pagi hari. Misalkan jogging atau skipping di seputaran rumah. Ini sangat bermanfaat bagi pekerja kantoran karena, mayoritas menghabiskan waktu duduk di depan komputer di dalam ruang ber AC. Selain olahraga juga bisa menghabiskan waktu di dapur dengan memasak aneka penganan untuk disantap bersama keluarga tercinta. 
Seperti di siang hari ini tiba-tiba hujan turun tanpa bisa dibendung disertai angin diluar sana. Hawa dingin pun menjalar ke dalam kamar yang tidak begitu besar ini. Kopi adalah pilihan tepat untuk menghangatkan diri. 

-Happy Weekend- Be grateful

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Suara Hujan...dengerin yuk

Seraya hujan pun tak kalah ingin menyapa semesta pagi ini dengan tanpa permisi. Menyapa ia yang baru terbangun dari istirahat panjangnya. Menyapa ia yang sedang berjuang dalam hiruk pikuk riuhnya pasar pagi. Hujan bukan hal yang kuharapkan. Namun, ini menambah kesenanganku pada pagi ini. Perasaanku menjadi lebih tenang dan menikmati semuanya. Paduan yang pas. Merasakan suara rintikan hujan bersembunyi di balik selimut tebal, novelku dan musik yang kusetel. Namun, kadang dengan ia hadir otak ku bekerja lebih keras. Ia membuahkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih kritis. Kata orang hujan itu indah. Ada pula yang mengatakan hujan itu romantis. Ada yang percaya bahwa ternyata di dalam hujan itu terdapat lagu yang mengalun dengan damain nan syahdu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan di masa lalu. Mari kita diam dan rasakan aroma itu. Tutup mata kita, fokuskan telinga kita untuk mendengar pesannya. Ia hadir ...