Langsung ke konten utama

Kelak kita pun akan menua seperti mereka

Deretan gigi putih yang utuh dan mimik yang sangat antusias bercerita
Jumlah kerutan di wajahnya menandakan ia sudah sangat banyak mencicipi asam garamnya kehidupan ini. Tentunya di jaman seperti sekarang ini tidak banyak yang bisa mencapai hingga usia 90 tahun-an. Di usia yang sangat senja ini sang nenek masih diberikan anugerah pendengaran yang cukup baik, tutur kata yang masih jelas artikulasinya ditangkap oleh lawan bicaranya. Saat kami berkunjung tempo hari yang lalu beliau mencoba menghibur kami dengan unjuk kebolehan menyanyikan satu buah lagu dengan bahasa Jepang yang diselesaikannya dengan sempurna. Ia bertutur sempat merasakan hidup di era penjajahan ketika Jepang datang di negara kita ini. Ia tidak hanya bernyanyi, kedua tangannya pun digerakannya lincah bak seorang pendongeng kesana kemari mengikuti ritme harmonisasi lagunya. Kami pun mengikuti gerakan sang nenek dengan tepuk tangan. Terlepas dari sosoknya yang ceria, polos, dan ketulusan doa-doa yang dilontarkannya kepada kami. Sungguh kami merasakannya bahwa mereka-mereka kesepian. Adanya kami yang hanya bisa bercengkrama sebentar memberikan oase ditengah dahaga panjang yang telah dilaluinya. Usia senja yang seharusnya bisa bermain dan merasakan kehangatan bersama sang cucu-cucu tercintanya. Namun, drama kehidupan ini berkata lain untuk mereka yang tinggal di panti ini. Aneka latar belakang kehidupan membawa mereka harus tinggal bersama bersama kumpulan usia-usia senja.

Dibelahan bumi lain, di sudut kota dan di pelosok negara lainnya masih banyak orang tua yang tidak seberuntung mereka bisa merasakan kenyamanan-kenyamanan kecil seperti terhindar dari hujan dan panas, bisa tidur di ranjang yang empuk, dan bisa merasakan aneka cita rasa masakan yang berbeda setiap harinya. Yang dijamin dan di masak memang diperuntukan bagi mereka-mereka yang sudah usia lanjut. Semoga kami-kami diberikan kesehatan dan kelimpahan rezeki agar kami bisa berkunjung dan mendengarkan mereka bercerita. Dan juga semoga diluar sana masih banyak orang yang tergerak hatinya untuk sedikit peduli dan memberikan rasa aman kepada orang tua-orang tua yang kurang beruntung.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Setiap detik ..

“...karena setiap detik yang berlalu adalah kenangan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang menyapamu.” Ada ungkapan yang mengatakan bahwa dia yang bahagia di dunia ini ialah ia yang pandai menemukan hal-hal kecil untuk berbahagia. Mengapa hal-hal kecil? Hal-hal kecil yang seperti apa? Bagaimana cara menemukannya? Sederet pertanyaan pun muncul. Kenapa dengan hal-hal kecil tersebut? Justru karena kecil sebagian dari kita melupakannya. Kita kadang melupakan bahwa sesuatu yang besar tumbuh dari sesuatu yang kecil. Disini saya akan berbagi cara sederhana menemukan dan menikmati kebahagiaan saya. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bahwa rutinitas terkadang membelenggu kita untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang juga padatnya rutinitas menjadi satu alasan kuat yang membatasi kita tidak bisa melakukan ini dan itu. Sebagai kaum urban masa kini yang disibukkan dengan pekerjaan dan terikat jam kantor. Terbitnya sang matahari hingga matahari tersebut pergi berganti tugas dengan sang ...