Langsung ke konten utama

Kerikil-kerikil cantik

 

 

Pagi ini cukup teduh dengan suasana stasiun yang tidak cukup ramai seolah menambah kenyamanan lain kala menunggu kereta bagi kami para calon penumpang untuk diperbolehkan naik ke rangkaian gerbong. Sambil menunggu saya menghabiskan waktu dengan duduk di kursi tunggu dan mungkin sesekali mengedarkan pandangan kesana kemari berusaha menangkap objek yang menarik perhatian saya sekaligus tak jarang mengundang berbagai pertanyaan di benak hati. 

Seperti pagi ini. Saya memandang bebas rel kereta yang menjulur panjang tanpa putus. Dari objek tersebut saya memperhatikan detail-detail yang ada pada lintasan rel kereta tersebut. Salah satu nya adalah batu kerikil, kayu, dan aneka baut-baut besi ukuran besar maupun kecil. 

Sempat terpikir siapakah yang merancang lintasan kereta api? Kenapa harus ada batu-batu kerikil, kayu dan baut besi itu. Apa fungsinya? Yups..berangkat dari berbagai pertanyaan liar yang menggantung di kepala saya. Saya langsung saat itu juga memanfaatkan kecanggihanan handphone android yang saya punya. Saya pilih icon google chrome dan mulai berselancar di dunia maya. Mencari sumber jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi. 

Dari hasil penelusuran singkat saya ke dunia maya ternyata batu-batu kerikil tersebut tidaklah disimpan sembarang begitu saja tanpa mempunyai fungsi atau peran. Yups..ada banyak fungsi mengapa batu kerikil itu harus ada. Salah satunya adalah agar kereta api yang melaju diatasnya bisa berdiri stabil saat melintas dan melanjutkan ke perjalanan dan pemberhentian berikutnya. 

"Sama seperti dalam hidup ini Tuhan menghadirkan aneka kerikil-kerikil kecil bukan untuk kita berhenti. Namun, agar kita bisa lebih kuat melanjutkan perjalanan yang selanjutnya".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Tentang rindu, masa lalu dan dalam asuhanmu.

Malam hari ini langit cukup bersahabat dengan begitu banyak bintang yang berpendar gemerlap memberikan cahayanya untuk menyinari rumah kita yang luas yakni Bumi. Ketika akhirnya kurebahkan badan, bergelung dalam balutan selimut dibawah mangkuk langit berbintang. Aku merasa bagaikan bayi di luar angkasa. Ketika kepala ini mendarat di atas bantal, aku selalu menyukai detik-detik ini sebelum aku terlelap. Karena, dalam keheningan sejenak aku bebas merajut mimpi-mimpi dan khayalanku setinggi langit.  Di keheningan malam aku terjaga. Pepatah mengatakan bahwa masa lalu adalah sejarah, hari ini adalah anugerah, dan hari esok adalah harapan. Kali ini aku sedang merindukan masa lalu. Masa kecilku. Frase-frase aku tumbuh besar menjadi perempuan dewasa seperti sekarang. Sudah berapa hari yang sudah aku lalui, sudah berapa jam aku lewati pula. Dan siapa saja yang sudah menjadikanku ada, mengiringi aku tumbuh kembangku. Kini ia begitu renta dan kuat di waktu yang bersamaan. ...