Langsung ke konten utama

Terimakasih Senin...



 

Senin kembali menyapa. Dan saya pastikan bahwa sebagian besar dari kita ketika membuk pertama kali. Dan menyadari ini adalah Senin. Yang terlontar pertama kali adalah "aduh" diiringi dengan gestur yang enggan dan ogah terbangun dari kenyataan.
Kenapa sih kita harus benci hari Senin? Apakah Senin dilahirkan untuk dibenci? Kasihan sekali ya dia hari "Senin" jika hanya untuk dibenci sebagian besar dari kita mahluk penghuni bumi ini. Dia si Senin tidak juga meminta dinamakam Senin.
Heiii...guy's yuks saat kita pertama kali membuka mata di hari Senin. Cara apa sih yang harus dilakukan:
1. Ucapkan Alhamdulillah. Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kita masih diberi kesempatan untuk hidup. Menikmati karunia dan anugrah yang Tuhan beri kepada kita. Salah satu nya adalah dengan raga yang masih sehat. Bisa bernapas dengan sempurna. Saya punya sedikit tips waktu bangun yang tepat saat dini hari ialah sebelum adzan berkumandang. Karena akan membuat peredaran pembuluh darah kita menjadi lancar dan rileks. Insya Allah dari rileks tersebut teman-teman bisa memiliki hati yang bersuka cita menikmati sepanjang hari nanti.
2. Segerakan ambil air wudhu dan melaksanakan ibadah shalat subuh.
3. Atur mindset bahwa hari ini harus berangkat ke kantor dengan imajinasi seperti kita jadi anak sekolah dulu. Yakni ini adalah pertama kali tahun ajaran baru. Semuanya serba baru. Saya nanti akan punya teman baru. Buku baru. Dan tentunya adalah pengalaman-pengalaman baru yang membahagiakan.
4. Dengan mindset yang kita bangun diatas Insya Allah.  Kita pun akan bersuka cita menyiapkan segala sesuatunya guna mendukung aktifitas kita nanti di kantor.
5. Misalkan pergi ke dapur menyiapkan bekal untuk sarapan atau makan siang. Tata dan kreasikan sesuai selera dan daya imajinasi teman-teman. Anggap dapur adalah arena bermain yang menyenangkan maupun mini laboratorium yang oke sebagai tempat praktek.
6. Bersiap mandi dan berpakaian yang rapi. Usahakan cari variant/gaya baru dalam berpakaian agar tidak bosan.
7. Berdoa agar dilindungi dalam perjalanan.
8. Berikan senyuman yang paling sempurna untuk orang-orang yang kita temui. Dan ucapakan.."selamat pagiiiiiiiii"
Demikian sedikit cerita atau tips yang akan saya lakukan pagi ini. Saya berdoa semoga teman-teman mempunyai hati yang suka cita menghadapi hari ini. Jangan lewatkan dengan sia-sia orang-orang yang begitu antusias menantikan kehadiran dan senyum terbaik yang kita punya.
Have a nice Monday ^_¤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Kebersamaan kami mencicipi secuil pesona Kota Batu dan Malang

Berfoto dulu di dalam kereta..cheerss Kamis ini bukan hari Kamis yang akan kami lewatkan begitu saja seperti biasa bagi kami. Karena, kami hanya akan menghabiskan rutinitas efektif kami sebagai pekerja kantoran yakni empat hari saja. Ya, bukan lagi hari Jum'at yang akrab dengan penghujung weekday tapi Kamis lah kini yang menjadi penghujungnya. Sekali lagi Kamis ini menjadi hari yang punya cerita semangat berbeda di saat pagi menjelang. Berbagai impian, persepsi dan khayalan kami bungkus dalam satu semangat untuk menengok sisi lain cerita dan mencuri secuil remahan dari banyaknya pesona keindahan bumi nusantara ini. Sorot matahari yang kala itu bersinar cukup terik tidak menyurutkan langkah kami bergegas menuju angkutan kota yang sudah kami booking untuk membawa kami menuju stasiun Bandung.  Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami tiba di stasiun. Kami bergegas menuju pintu masuk untuk sedikit proses pengecekan tiket. Usai pengecekan selesai, kami deng...