Langsung ke konten utama

Arti Sahabat



Jujur saya sebagai teman atau sahabat bukan termasuk orang yang akan intens membuka percakapan panjang lebar di instant messages ataupun via telephone. Entah dikarenakan memang lagi gak ada pulsa, gak punya kuota internet, ataupun ya biaaaaasa banyak agenda yang menyita waktu. Haaa..sok syibukk. 

Anyway, pernah punya teman, sahabat, yang pada beberapa kesempatan bukan bertanya apa kabar? Sehat ? dan lain sebagainya..tapi justru orang tersebut tanpa ada angin, hujan. Membuka percakapan lewat instant messages yang dikirimnya dengan sebuah kata "semangat", dan share moment-moment lainnya yang menurut ia saya harus mencobanya, saya harus melakukannya. Seolah ia tahu bahkan melebihi apa yang saya rasakan, apa yang saya inginkan, apa yang saya tidak bisa saya ungkapkan. Karena tidak semua bisa terwakilkan dengan sebuah aksara yang terucap lewat bibir ini, karena tidak semua bisa terwakilkan oleh ekspresi wajah, teriakan dan lainnya. 


Disaat kita sedang jatuh, sedang terpuruk, sedang sendiri. Dan pernahkah kita merasa bahwa beban kita sangat berat, seolah hanya kita saja yang menangunggnya, seolah beban dunia sedang ada dipundak kita. Tapi, disaat yang bersamaan Tuhan mengirimkan sebuah kado manis yang walaupun sederhana, walaupun sesuatu yang kecil, tapi seolah ia dihadirkan memang tepat pada waktunya dan kita tersanjung menerimanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Kebersamaan kami mencicipi secuil pesona Kota Batu dan Malang

Berfoto dulu di dalam kereta..cheerss Kamis ini bukan hari Kamis yang akan kami lewatkan begitu saja seperti biasa bagi kami. Karena, kami hanya akan menghabiskan rutinitas efektif kami sebagai pekerja kantoran yakni empat hari saja. Ya, bukan lagi hari Jum'at yang akrab dengan penghujung weekday tapi Kamis lah kini yang menjadi penghujungnya. Sekali lagi Kamis ini menjadi hari yang punya cerita semangat berbeda di saat pagi menjelang. Berbagai impian, persepsi dan khayalan kami bungkus dalam satu semangat untuk menengok sisi lain cerita dan mencuri secuil remahan dari banyaknya pesona keindahan bumi nusantara ini. Sorot matahari yang kala itu bersinar cukup terik tidak menyurutkan langkah kami bergegas menuju angkutan kota yang sudah kami booking untuk membawa kami menuju stasiun Bandung.  Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami tiba di stasiun. Kami bergegas menuju pintu masuk untuk sedikit proses pengecekan tiket. Usai pengecekan selesai, kami deng...