Langsung ke konten utama

Shrimp Spaghetti dengan saus telur asin


Hallo selamat santap siang semuanya. Lagi apa nih kira-kira weekend gini. Selamat menikmati santai istirahat ya. Kali ini saya akan share menu makan siang ala-ala cafe resto gitu. Berhubung jarak tempuh menuju ke kota seperti mall dan lainnnya agak jauh dan kondisi cuaca tidak mendukung. Ini tidak menghalangi niat untuk icip makan siang yang beda dari biasanya. Kenapa beda dari biasanya. Kalau dibilang istimewa gak juga sih ya. Gampang kok buatnya. Karena bosan Senin sampai Jumat menu makan siang dengan resep Indonesia. Kali ini kita buat menu ala-ala Italiano sana tapi teteup ya sist masih ada sentuhan Indonesianya yaitu telur asin. Hee..gak bisa move on ya..
Apa ya kira-kira nama menu gambar diatas? Karena saya yang menciptakannya saya akan veto saja namanya adalah "Shrimp Spaghetti dengan saus telur asin"

Siapkan bahan-bahan sebagai berikut : 
  • Mie Spaghetti
  • Udang
  • Bayam
  • 5 butir telur asin
  • Susu bubuk putih
Siapkan bumbu : 
  • 4 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • bawang bombay
  • 1 sdt gula pasir
  • merica bubuk
Cara membuat : 
  • Panaskan margarine secukupnya pada wajan, jika sudah panas masukan irisan bawang putih, bawang merah dan bawang bombay. Tumis hingga harum.
  • Jika sudah harum tambahkan air secukupnya. Lalu masukkan telur asin (ambil kuningnya saja). Taburkan juga susu bubuk putih 1 sachet. Aduk hingga tercampur. 
  • Jika adonan saus sudah mendidih masukan udang dan bayam yang sudah dicuci bersih. lalu selanjutnya adalah mie spaghetti.
  • Aduk hingga rata. Tambahkan 1 sdt gula pasir, merica bubuk dan garam secukupnya sesuai selera. 
  • Cicipi dan angkat. Hidangan siap disajikan. 
Selamat mencoba...

* untuk 3 porsi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencicipi pesona Bumi Nusantara [Edisi Bromo dan Waterfall Madakaripura 2]

Ketika sebagian besar orang bilang bahwa saat matahari terbit adalah waktu yang pas untuk memulai perjalanan. Ya..kami sependapat dengan ini. Masing-masing dari kami ketika akan mulai merencanakan, ketika kami akan bersiap tidur di malam hari, ketika kami bergegas bangun dari tempat tidur, dan ketika kami berpamitan melangkahkan kaki untuk sejenak pergi meninggalkan semua kebiasaan yang biasa kami lakukan. Semangat langkah kaki dan dada ini tidak biasa, kami meyakini akan ada sesuatu yang besar yang akan kita raih...ya kami punya mimpi. Dan mimpi ini yang akan kita wujudkan.  5 sabahat tersenyum siap menjemput mimpi Terminal, stasiun, bandara, adalah sebagian tempat yang serupa untuk singgah, mengukir cerita dan dimana ada yang datang dan ada yang pergi. Stasiun di kota Bandung ini adalah saksi langkah awal perjalanan kami. Kami membuat janji untuk bertemu disini dan mengawali mimpi kami. Satu per satu dari kami pun tiba dengan langkah yang walaupun sedikit gontai karena p...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

Suara Hujan...dengerin yuk

Seraya hujan pun tak kalah ingin menyapa semesta pagi ini dengan tanpa permisi. Menyapa ia yang baru terbangun dari istirahat panjangnya. Menyapa ia yang sedang berjuang dalam hiruk pikuk riuhnya pasar pagi. Hujan bukan hal yang kuharapkan. Namun, ini menambah kesenanganku pada pagi ini. Perasaanku menjadi lebih tenang dan menikmati semuanya. Paduan yang pas. Merasakan suara rintikan hujan bersembunyi di balik selimut tebal, novelku dan musik yang kusetel. Namun, kadang dengan ia hadir otak ku bekerja lebih keras. Ia membuahkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih kritis. Kata orang hujan itu indah. Ada pula yang mengatakan hujan itu romantis. Ada yang percaya bahwa ternyata di dalam hujan itu terdapat lagu yang mengalun dengan damain nan syahdu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan di masa lalu. Mari kita diam dan rasakan aroma itu. Tutup mata kita, fokuskan telinga kita untuk mendengar pesannya. Ia hadir ...