Langsung ke konten utama

Postingan

Misteri Perjalanan Alis-Tita-Ririn

  Bahagianya bertemu sang Hero Saat sebagian orang di belahan bumi ini menikmati libur kejepit hari ini mungkin dengan beristirahat seharian di rumah berkumpul bersama keluarga tercinta dan menikmati sejenak ketenangan menyepi dari rutinitas biasanya. Namun, kami yakni saya, Allisya dan Tita ingin menikmati   suasana liburan dalam cerita yang berbeda. Kami sudah bersepakat jauh-jauh hari untuk mengisi hari ini bersama-sama. Pilihannya jatuh untuk melakukan aktifitas hiking ke salah satu objek wisata yang tidak jauh dari kota Cimahi yaitu Curug Cimahi.   Diiringi terbitnya sang fajar dari ufuk timur saya berangkat dari rumah menuju meeting point bersama teman saya Tita. Tepat pukul setengah enam pagi dengan langit dan udara yang seolah-olah menawarkan keredupannya dan dinginnya membuat ingin kembali bergelung dengan selimut dan bantal dirumah. Namun ini tidak menyurutkan langkah kami untuk menuju meeting point selanjutnya bertemu dengan teman kami sa...

Sang Kakek yang aku temui

Sudut tempat ia menjajakan Es Lilin nya..teduh Menyambung tulisan saya sebelumnya kira-kira di Januari ini. Saya bercerita mengenai seorang kakek renta yang menjual es lilin di kawasan bangunan yang juga tua yakni Taman Sari Yogyakarta. Ya..cerita ini saya tulis usai saya berkunjung ke objek wisata tersebut. Sewaktu saya dan beberapa teman saya berkeliling di sudut bangunan bagian belakang yang tidak terlalu ramai dikunjungi banyak orang. Kakek tersebut menjajakan es lilin yang tersimpan rapih didalam termos es yang juga nampak usang ditelan waktu.   Seorang guide yang menemani kami pun menambahkan bahwa termos tersebut termasuk model lama jaman dahulu kala yang beratnya tidak bisa dianggap remeh untuk bisa dibawa oleh seorang kakek yang renta. Kakek ini setiap pagi sudah mengambil posisi duduk manis disudut yang kurang sorot matahari di bagian belakang kompleks bangunan Taman Sari ini. Sang guide pun menambahkan bahwa alasan sudut ini yang menjadi pilihan dikarenakan...

Pesona Lumer Kue Cubit

Pesona lumernya nyaris sulit untuk dilewatkan bukan...?? Hmm…siapa yang tidak tergoda dengan pesona lumernya serta taburan coklat ceres diatasnya. Dari anak kecil hingga dewasa dan tidak mengenal gender untuk mencicipinya. Sudah menjadi rutinitas setiap saya berkunjung ke Lapangan Saparua ini usai saya selesai berolahraga   saya langsung menghampiri gerobak yang menjajakan kudapan empuk khas Bandung ini. Teksturnya yang empuk dan rasa manis yang pas membuat saya tidak absen untuk mencicipinya. Selain itu kita bisa memesan sesuai dengan selera kita yakni matang dan setengah matang. Untuk yang setengah matang inilah yang akan menawarkan pesona tersendiri. Nampak menggiurkan bagi si lidah ini tak sabar ingin mengecapnya.  Mungkin jika kalian sudah dirumah kudapan ini akan sangat pas dipadu dengan segelas teh hangat menikmati waktu santai dirumah sambil menonton televisi, membaca koran maupun berbincang-bincang kecil dengan keluarga dirumah. Nah, untuk mend...

Seperti pagi, berkatMu pun selalu sempurna

Gema kumandang adzan lamat-lamat dikumandangkan. Pekatnya langit akan segera berganti dengan semburat oranye kemerahan yang akan segera merangkak naik mewarnai secara perlahan langit di bumi ini. Mereka akan berganti tugas menjaga bumi ini tetap berdenyut memberikan nafas bagi kami. Pagimu selalu sempurna. Tiada nikmat dan syukur yang kami dustakan atas karuniaMu. Bersyukur dan berterimakasih atas segala berkat dan karunia-Mu. Mereka orang-orang yang menyayangiku. Mereka orang-orang yang hadir memberikan nilai yang berarti setiap harinya. Mereka yang sadar atau tidak sadar dengan cintanya, acuhnya, mendewasakanku. Atas tawa, canda, suka, cita dan duka yang sudah terekam dalam sejarah. Ini adalah rangkaian kisah dari diary kau membuat kami ada. Hamba sadar bahwa hamba masih jauh dari kata sempurna untukMu. Oleh karena itu, bimbing dan pegang tangan ini untuk selalu dijalan yang engkau ridhai. Muliakanlah mereka-mereka yang hebat. Muliakanlah mereka orang-orang yang luar biasa. Berika...

Kebersamaan kami mencicipi secuil pesona Kota Batu dan Malang

Berfoto dulu di dalam kereta..cheerss Kamis ini bukan hari Kamis yang akan kami lewatkan begitu saja seperti biasa bagi kami. Karena, kami hanya akan menghabiskan rutinitas efektif kami sebagai pekerja kantoran yakni empat hari saja. Ya, bukan lagi hari Jum'at yang akrab dengan penghujung weekday tapi Kamis lah kini yang menjadi penghujungnya. Sekali lagi Kamis ini menjadi hari yang punya cerita semangat berbeda di saat pagi menjelang. Berbagai impian, persepsi dan khayalan kami bungkus dalam satu semangat untuk menengok sisi lain cerita dan mencuri secuil remahan dari banyaknya pesona keindahan bumi nusantara ini. Sorot matahari yang kala itu bersinar cukup terik tidak menyurutkan langkah kami bergegas menuju angkutan kota yang sudah kami booking untuk membawa kami menuju stasiun Bandung.  Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami tiba di stasiun. Kami bergegas menuju pintu masuk untuk sedikit proses pengecekan tiket. Usai pengecekan selesai, kami deng...