Langsung ke konten utama

Postingan

Cerita dua hari kami kemarin

Berbincang bersama Ketua Mao .. "La iki ke tempat opo? Kok koyo ngene wae disenengi wong akeh. Opo sing didelok toh".  Selorohnya lirih sambil terheran-heran. Mungkin ini adalah yang terbesit pertama kali dalam benaknya.  Hari itu adalah hari kedua kami pulang ke kampung halaman. Setelah sekian kali rencana ini sempat tertunda karena satu dan lain hal beberapa dari kami jadwalnya agak susah untuk bisa cuti diwaktu yang bersamaan. Dan akhirnya di libur natal dan tahun baru kemarin kami bisa merealisasikannya. Di hari pertama yakni hari sabtu kami habiskan untuk bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Saat pagi menyapa.. Bak permadani hijau terhampar tanpa batas ..   Jalan desa ditepi rumah Pada hari kedua kami agendakan untuk berwisata ke Yogyakarta. Ditempuh sekitar satu jam dari kampung halaman kami yakni Purworejo. Berhubung rombongan keluarga kami ada orang tua dan balita yang turut serta sehingga tidak memungki...

Memori menjadi anak desa

Menceritakan masa kecil, kita dibawa kembali ke memori sekitar dua puluh tahun yang lalu. Setiap dari kita pasti menyimpan kisah berbeda. Membuat kita begitu bersemangat namun kemudian sedikit kecewa karena ia ternyata sudah berlalu. Meski tak semua bagian dari masa kecil terisi cerita indah namun pastinya masih ada memori indah yang  tersimpan yang sesekali lucu untuk dikenang dan juga dibagikan. Salah satunya kenangan menjadi anak desa. Udara yang bersih, alam yang terbuka, sawah yang terhampar hijau didepan mata, pohon kelapa yang meneduhkan. Hidup damai, sederhana, kehangatan dan keceriaan yang tercipta dengan anak-anak sebaya dan tetangga sekitar adalah sedikit memori tentang desa tempatku menghabiskan masa kecilku dulu. Childhood is the most beautiful of all life's seasons. ~Author Unknown Bertemu dan berbincang sedikit dengan adek ini, mengingatkanku dengan sosok Ririn kecil saat dulu masih menjadi anak SD di sebuah desa di Kutoarjo sana. Usai pulang sek...

Berburu senja di Negeri Laskar Pelangi

Tepat satu minggu kemarin dapat landscape ini. Gambar ini menjadi moment berharga saya bersama kedua teman saya kala itu. Cuaca yang sulit ditebak, sedari pagi hingga siang hujan menghiasi kota Belitung. Hujan deras sempurna melumpuhkan sejenak rencana kami menuju destinasi yang sudah kami rancang di hari kedua. Harapan kami untuk bisa menikmati sunrise di kota Laskar Pelangi harus tertunda. Rona langit kala itu sedikit mengacaukan semangat kami. Baru di siang hari matahari mulai menampakkan teriknya. Langit biru, awan putih, kami bersorak kecil, senyum kecil tersungging dari bibir kami. Harapan dan semangat kami melanjutkan destinasi yang sempat tertunda tadi mulai tumbuh. Kami banyak menghabiskan waktu siang kami bermain di Pantai Tanjung Lesung. Kami urungkan niat kami untuk menyebrang ke Pulau Lengkuas dikarenakan personil kami hanya tiga orang dan juga waktu yang tidak memungkinkan.  Setelah kami puas bermain-main dibawah terik matahari di Pantai Tanjung Lesung kami bergegas...

J a l a n P a g i . . .

Menepi dulu sejenak saat perjalanan pulang Pohon jagung Pohon pisang Dari kejauhan nampak petani sedang memanen sawahnya.. Bunga liar yang tumbuh cantik ditepi jalan Just want to say alhamdulillah and good morning world.  May your day blessed, happy and cheerful.  Smile! Ini adalah pemandangan pagi saya. Biasanya saya melewati tempat ini dengan bersepeda. Tapi kali ini saya mencoba dengan berjalan kaki. Tadi berangkat dari rumah pukul 06.00 dan sekarang sudah sampai tempat tujuan berhenti saya. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit sambil sesekali jogging. Ada sensasi lain ketika jogging bukan di jogging track . Dijamin tidak akan bosan karena melihat hal yang sama. Banyak pemandangan baru, detail-detail yang terkadang kita lewatkan jika menggunakan sepeda atau menggunakan kendaraan lain. Melihat ibu-ibu, bapak-bapak, kakek, tua muda, beraktifitas memanen hasil panen. Beberapa masih berkumpul bercengkrama sambil menikmati kudapan pagi mere...

Shrimp Spaghetti dengan saus telur asin

Hallo selamat santap siang semuanya. Lagi apa nih kira-kira weekend gini. Selamat menikmati santai istirahat ya. Kali ini saya akan share menu makan siang ala-ala cafe resto gitu. Berhubung jarak tempuh menuju ke kota seperti mall dan lainnnya agak jauh dan kondisi cuaca tidak mendukung. Ini tidak menghalangi niat untuk icip makan siang yang beda dari biasanya. Kenapa beda dari biasanya. Kalau dibilang istimewa gak juga sih ya. Gampang kok buatnya. Karena bosan Senin sampai Jumat menu makan siang dengan resep Indonesia. Kali ini kita buat menu ala-ala Italiano sana tapi teteup ya sist masih ada sentuhan Indonesianya yaitu telur asin. Hee..gak bisa move on ya.. Apa ya kira-kira nama menu gambar diatas? Karena saya yang menciptakannya saya akan veto saja namanya adalah " Shrimp Spaghetti dengan saus telur asin" Siapkan bahan-bahan sebagai berikut :  Mie Spaghetti Udang Bayam 5 butir telur asin Susu bubuk putih Siapkan bumbu :  4 siung bawang puti...

Arti Sahabat

Jujur saya sebagai teman atau sahabat bukan termasuk orang yang akan intens membuka percakapan panjang lebar di instant messages ataupun via telephone . Entah dikarenakan memang lagi gak ada pulsa, gak punya kuota internet, ataupun ya biaaaaasa banyak agenda yang menyita waktu. Haaa..sok syibukk.  Anyway , pernah punya teman, sahabat, yang pada beberapa kesempatan bukan bertanya apa kabar? Sehat ? dan lain sebagainya..tapi justru orang tersebut tanpa ada angin, hujan. Membuka percakapan lewat instant messages yang dikirimnya dengan sebuah kata "semangat", dan share moment-moment lainnya yang menurut ia saya harus mencobanya, saya harus melakukannya. Seolah ia tahu bahkan melebihi apa yang saya rasakan, apa yang saya inginkan, apa yang saya tidak bisa saya ungkapkan. Karena tidak semua bisa terwakilkan dengan sebuah aksara yang terucap lewat bibir ini, karena tidak semua bisa terwakilkan oleh ekspresi wajah, teriakan dan lainnya.  Disaat kita sedang ja...

Semarang punya cerita bagi kami.

Hei.. long time no see nich. Pertama-tama apakah kalian pernah merencanakan liburan atau trip yaa…kemanapun itu. Yang biasanya sih sudah jauh-jauh hari dirancang, bahkan mungkin berbulan-bulan, bertahun-tahun. Mungkin beberapa ada yang berjalan mulus sesuai rencana, namun pahit jika trip yang sudah kita rencanakan jauh-jauh hari harus batal atau cancel karena beberapa hal yang tidak memungkinkan. Nah, disini sekarang saya akan bercerita menuliskan pengalaman perjalanan tempo hari lalu. Ibarat kata pepatah “pucuk dicinta ulam pun tiba”. Cerita ini berawal dari saya sendiri yang berhasrat ingin naik kereta api. Entah terhipnotis apa saya kala itu, tiba-tiba muncul begitu saja. Bepergian sesaat, duduk santai, mendengarkan musik favorit di earphone , melanjutkan bacaan novel yang tertunda sambil sesekali menikmati pemandangan   gemerlap cahaya lampu dari balik jendela kaca saat perjalanan malam. Keinginan dan khayalan-khayalan suasana tersebut, langsung saya utarakan kepada...