Langsung ke konten utama

Postingan

Merasakan Atmosfer Bangsawan Jawa di Ullen Sentalu Museum...

Matahari sudah beranjak jauh dari ufuk timur. Namun, nampaknya dia sangat menutup diri terhadap kehadiran kami di langit daerah Kaliurang kali itu. Toyota Avanza yang dikemudikan Mas Ady driver kami mulai memasuki daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman yang didominasi dengan pemandangan ladang jagung, kebun salak dan lainnya. Jalanan yang tak begitu lebar, sepi dan disambut cuaca yang dingin menambah atmosfer perjalanan kami ini membuat semakin beraroma magis sekaigus mistis dan benak kami masing-masing mulai bertanya-tanya. Apakah yang akan kami temui setibanya disana? Seperti apakah wujud bangunan museum itu? Apakah keindahan yang akan kami dapat patut kami kejar dan cari seperti ini? Wooo....."""" Semakin dekat kami ketujuan, ternyata tak jarang kami temukan bangunan semacam hotel/resort berderet dengan khasnya masing-masing menawarkan berbagai kenyamanan dan surga bagi para pemburu kedamaian dan kesunyian. Karena daerah ini cocok untuk menenangkan diri sej...

Cerita Sekaten

Mengawali tahun 2014 ini saya bersama 3 orang teman berkesempatan mengunjungi salah satu daerah yang mempunyai julukan sebagai daerah istimewa ini. Ya, selain daerah yang sering disebut serambi mekah ada satu lagi yakni daerah istimewa Yogyakarta. Sebenarnya kota ini bukan lagi daerah yang asing bagi saya yang kental berdarah jawa. Baik secara bahasa maupun budaya. Jalan-jalan kali ini sekaligus untuk kembali mengasah kemampuan saya berkomunikasi menggunakan bahasa jawa.Ada beberapa keuntungan loh jika kita bisa menggunakan skill ini. Misalkan untuk tawar menawar, syukur-syukur dapat harga yang jauh lebih murah dari harga yang ditawarkan. Selain itu juga untuk bertanya jalan ketika kita tidak tahu harus kemana dan menggunakan apa. Sehingga akan tercipta komunikasi yang seperti saudara yang dipertemukan kembali. Karena kita merasa dekat dengan mereka. Agar tidak kena tipu-tipu he...toh kita pun sama dengan mereka. Agenda utama saya sebenarnya adalah menyambangi kawasan kaliurang yai...

Sepotong cerita dari Mbah ..

Mbah niki nopo ? Tiga kata ini mengawali ketertarikan saya untuk membeli es potong yang dijajakan lelaki yang sudah sangat senja ini. Sebenarnya ini hanyalah trik agar saya bisa berbincang dan ngobrol sedikit dengan beliau. Entah dorongan apa yang membuat saya begitu tertarik untuk mengetahui lebih dalam sisi lain kehidupan beliau. Salah satunya mungkin karena secara tidak langsung pun saya masih mempunyai mbah yang seusia dengan beliau. Singkat cerita untuk melanjutkan perbincangan kecil tersebut saya menggunakan bahasa jawa sekaligus mengasah kembali kemampuan terpendam yang sudah jarang sekali saya gunakan sehari-hari. Ya..walaupun tidak terlalu menggunakan bahasa dengan kromo inggil yang halus. Mungkin beliau juga maklum saya turis he...jadi kadang saya keceplosan bahasa sunda. Hee... Berikut adalah deskripsi obrolan singkat dengan beliau. Kalau saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia beginilah kira-kira : > Saya : Mbah ini es buat sendiri atau bagaimana? > Mbah : Oh..eng...

Menikmatinya ..

Jum'at tiba artinya weekend menjelang di esok hari. Walaupun ini weekend itu hanya selalu terdiri dari dua hari. Akan betapa bahagia dan senangnya menyambut ini. Nuansa kostum dan gaya berpakain di hari jum'at pun cenderung santai. Ini yang menambah aroma hari jum'at semakin bersahabat untuk menjalani aktifitas pekerjaan rutin di kantor seharian.  Sore menjelang konsentrasi menurun ketika sebagian teman dan karyawan semakin riuh terdengar mengucapkan berbagai salam dan ucapan "selamat berlibur kawan". Tumpukan berkas di meja segera dirapihkan, berbagai aplikasi yang masih running segera disimpan dan ditutup. Dan tombol turn off pun disentuh sekenanya.  Antrian absen finger scan mengular panjang ke belakang. Lahan parkir pun tak kalah ramainya. Semua orang gegap gempita menikmati hari ini. Seorang anak pasti akan merindukan ayah atau ibunya untuk kembali kerumah. Dan ia akan mulai berceloteh, "besok kita jalan-jalan kemana ayah...ibu?" Ya..a...

Resensi dan Kutipan Novel Rantau I Muara Karya A.Fuadi

 Novel Rantau 1 Muara merupakan novel ketiga Ahmad Fuadi dari trilogi novel Negeri 5 Menara. Dua novel sebelumnya adalah Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna.  Novel Rantau I Muara ini menceritakan kepercayaan diri Alif sedang menggelegak. Ia mengenyam bukan di bangku sekolah pada umumnya. Ia seorang santri di Pondok Madani di sebuah kota di provinsi Jawa Timur. Hidup merantau jauh dari belaian kasih sayang keluarganya membentuk ia menjadi pribadi yang mandiri dan darah minang nya mengalir kuat lewat semangat pantang menyerah yang ia miliki.  Tempat kos yang sederhana. Bahkan kadang harus sering ditagih oleh ibu kost nya karena belum membayar biaya bulanan nya. Disisi lain ia harus tetap mengirim uang untuk membantu ibu dan kedua adiknya di tanah Minang. Berurusan dengan debt collector pun sudah pernah ia rasakan. Namun, bukan Alif namanya kalau tidak punya jurus pantang menyerah dan yakin akan mimpi-mimpi besarnya. Salah satu mimpi besarnya adalah Amerika. Usai lul...

Harmonisasi yang indah dari segelas Bajigur

Usai maghrib tiba-tiba hujan turun sangat deras tanpa bisa dibendung. Suara gemuruh derasnya air yang menghujam ke bumi semakin nyaring terdengar. Memang sepanjang hari libur ini awan gelap yang menggantung di atas sana cenderung tak mau pergi dari langit kota ini. Hanya sesekali saja matahari menampakan sinarnya. Sisanya adalah awan kelabu. Kondisi cuaca seperti ini membuatku enggan bepergian keluar rumah. Kembali pada hujan deras yang baru saja turun. Ternyata ia hanya menggertak dengan gemuruhnya saja. Tidak lama kemudian, hujan pun berhenti. Namun, cuaca dingin masih menyelimuti malam ini. Dan suara mang bajigur seolah mengajakku untuk menawarkan solusi mencicipi bajigur hangat yang dijajakannya. Hmmm...setelah otak kanan dan otak kiriku melakukan brainstorming akhirnya saya memutuskan untuk membeli segelas saja. Ya mungkin sedikit berlebihan lawong hanya untuk bajigur saja harus brainstorming.  Maklum ini memang diluar kebiasaanku. Karena biasanya lepas malam hari sudah mens...

Terimakasih Kakek ..

Hari ini aku terbangun lebih dini dari biasanya. Walaupun hari ini adalah hari libur. Alhamdulillah aku masih diberikan kesempatan untuk membuka mata dan menghirup pagiMu yang luar biasa. Ini adalah berkat yang engkau berikan. Sejenak hening dalam kesendirianku terlintas beliau yang renta disana sendirian. Begitu banyak pertanyaan sederhana terlintas begitu saja. Ingin segera mendapat jawabannya. Memori ini langsung bekerja melesat dengan cepat berputar ke masa lalu. Menemukan hal-hal kecil sederhana disana. Entahlah begitu banyak yang harus aku ingat. Selama hampir kurang lebih dua belas tahun aku hidup dalam asuhan kakek dan nenek. Tumbuh dan besar dalam bimbinganmu, arahanmu. Pasti tidak mudah untuk mendidikku menjadi anak yang berbakti. Usia-usiaku  dulu sangat susah diatur. Begitu banyak kemauan dan keinginan. Rengekkan demi rengekkan pun harus sabar engkau dengarkan. Tak jarang rengekkan ini harus kau turuti. Tanpa aku harus tahu bagaimana engkau mewujudkannya. ...